Jokowi Minta Kekayaan Alam Tidak Lagi Terlalu Dibanggakan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan  saat meresmikan Stadion Tenis Senayan di Jakarta, 3 Februari 2018. Stadion Tenis Senayan akan menjadi salah satu arena dalam Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat meresmikan Stadion Tenis Senayan di Jakarta, 3 Februari 2018. Stadion Tenis Senayan akan menjadi salah satu arena dalam Asian Games 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Depok - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia terlalu membanggakan kekayaan sumber daya alam sehingga abai meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sikap ini dinilai bisa membuat malas dan melemahkan daya juang.

    Menurut dia, kekayaan SDA tidak bisa menjamin kesejahteraan dan kesuksesan sebuah bangsa. Mensyukuri anugerah SDA yang diberikan Tuhan, kata dia, sudah seharusnya. Namun jangan termakan pernyataan yang menyebut SDA menjamin kesejahteraan.

    Baca juga: Jokowi Belum Puas Pertumbuhan Ekonomi 2017 Capai 5,07 Persen

    "Lihat saja bahwa negara yang maju justru alamnya keras dan tidak subur, tidak punya tambang, minyak, dan gas," kata Jokowi saat memberi arahan di acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa, 6 Februari 2018.

    Menurut Jokowi, yang terjadi justru sebaliknya. Banyak negara yang alamnya kaya raya justru didera kemiskinan bahkan perang saudara. Sumber daya alam seringkali justru memanjakan, membuat masyarakat jadi malas. "Mengalahkan daya juang, membuat lengah dan tidak mendorong kita semuanya untuk berinovasi dan berkreativitas, ini juga hati-hati," tuturnya.

    Infografis: Bandingkan Proyek-Proyek Infrastruktur Era Jokowi dan SBY

    Kunci memajukan suatu bangsa, kata Jokowi, dengan meningkatkan kualitas SDM-nya. Adapun tanggung jawab untuk itu ada di pundak para guru, pegawai dan pejabat pemerintah yang berkecimpung di sektor pendidikan.

    Baca juga: Jokowi: Asian Games 2018 Jangan Sampai Terganggu Asap

    Setelah itu barulah disokong dengan stabilitas politik, sosial, dan manajemen pemerintahan. Ditambah dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kreativitas dan inovasinya.

    "Jadi negara yang memenangkan persaingan, negara yang maju dan memenangkan kompetisi ini berada pada titik-titik yang tadi saya sampaikan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.