Kementerian Sosial Menyiapkan 40 Ribu Tagana Hadapi Bencana

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sehari pasca-gempa di Lebak Banten, Menteri Sosial Idrus Marham, Rabu siang, 24 Januari 2018, mengunjungi korban gempa di Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten. Kecamatan Panggarangan merupakan wilayah paling parah terdampak gempa Selasa siang kemarin. DARMA WIJAYA

    Sehari pasca-gempa di Lebak Banten, Menteri Sosial Idrus Marham, Rabu siang, 24 Januari 2018, mengunjungi korban gempa di Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten. Kecamatan Panggarangan merupakan wilayah paling parah terdampak gempa Selasa siang kemarin. DARMA WIJAYA

    TEMPO.CO, Makassar - Menteri Sosial Idrus Marham menyatakan pihaknya telah menyiapkan lebih dari 40 ribu Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk menghadapi darurat bencana. Ini dilakukan untuk merespons bencana yang melanda sejumlah daerah.

    "Kami sudah siapkan 40 ribu Tagana," kata Idrus di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 6 Februari 2018.

    Baca juga: Longsor Jalur Puncak, 1 Tewas, 5 Luka Tertimbun Lumpur dan Batu

    Idrus mengatakan tanggap darurat dan respons cepat pasti dilakukan pemerintah menghadapi bencana. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi yang tak menginginkan adanya korban bencana yang tak makan dan kehujanan karena tidak memiliki tempat tinggal.

    "Sesuai perintah Presiden, jangan sampai ada orang tak makan karena dampak dari bencana. Jadi, itu harus kami suplai," ucap Idrus. Suplai juga dilakukan dengan menyediakan tenda-tenda agar korban bencana tak kehujanan.

    Baca juga: Satu Korban Longsor Terowongan Bandara Soekarno-Hatta Meninggal

    Idrus mengatakan Kementerian Sosial telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi setiap bencana, termasuk banjir dan tanah longsor.

    Sejumlah bencana terjadi beberapa hari belakangan ini. Musibah tanah longsor, misalnya, terjadi di daerah Puncak, Bogor. Musibah itu menyebabkan beberapa orang meninggal dunia. Longsor juga terjadi area bandara Soekarno-Hatta. Selain menyebabkan korban meninggal dunia, musibah ini juga membuat operasional kereta bandara terganggu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara