Bisnis Bupati Jombang, dari Tebu Hingga Pengecatan Kapal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko mengenakan rompi tahanan setelah di perikasa oleh tim penyidik di KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. TEMPO/ Ilham Fikri

    Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko mengenakan rompi tahanan setelah di perikasa oleh tim penyidik di KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. TEMPO/ Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jombang - Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, 55 tahun, lahir dari keluarga kaya raya dan terpandang di Dusun Balonggading, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Jombang, Jawa Timur. Keluarganya adalah keluarga kepala desa yang turun temurun sejak sebelum zaman kemerdekaan sampai sekarang.

    Selain berkarir di dunia birokrasi dan politik, Nyono juga memiliki usaha yang cukup besar. Setidaknya ada dua jenis usaha yang dilakoninya yakni perkebunan tebu dan penyedia jasa perbaikan dan pengecatan material.

    Nyono pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Perkebunan Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan Ketua APTRI Jawa Timur serta Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat Pabrik Gula Cukir, Jombang.

    Baca juga: Usut Suap Bupati Jombang, KPK Temukan Potensi Penyimpangan SJSN

    Pejabat yang sempat jadi Ketua DPD Partai Golkar Jombang dan Jawa Timur ini juga menjadi komisaris dan direktur di dua perusahaan. Ia menjadi Komisaris PT Citrasindo Utama Perkasa dan Direktur Utama PT Citraniaga Utama.

    Dikutip dari website perusahaan www.citraniagautama.com, perusahaan ini berdiri sejak tahun 1995 dan bergerak di bidang perbaikan dan pengecatan material yang rusak atau berkarat. Di profil perusahaan tampak foto Nyono bersama jajaran direksi dan karyawan serta pekerja. “Pak Nyono pernah bilang ke saya memang punya usaha itu, salah satunya membersihkan dan mengecat badan kapal laut yang berkarat,” kata sumber Tempo yang enggan disebut namanya, Selasa, 6 Februari 2018.

    Pengguna jasa perusahaan yang berkantor di Surabaya ini tidak hanya dari kalangan swasta tapi juga perusahaan BUMN seperti PT PAL Indonesia di Surabaya. Perusahaan ini juga pernah mendapat proyek perbaikan dan pengecatan material di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, Probolinggo.

    Bahkan perusahaan milik Nyono tersebut pernah menang tender di Jepang di bidang yang sama yakni perbaikan dan pengecatan kapal laut. “Pak Nyono juga pernah cerita seperti itu ke saya sebelum Pilkada 2013 lalu,” ujar sumber yang juga warga kelahiran Kecamatan Gudo ini.

    Baca juga: Kata Wakil Bupati Jombang Soal Korupsi di Kota Santri

    Hingga kini pihak keluarga Bupati Jombang Nyono Suharli masih belum bersedia ditemui wartawan. Beberapa nomor telepon seluler kerabat Nyono juga tak aktif sejak Nyono tertimpa kasus korupsi. Nyono dan anak buahnya, Sekretaris merangkap pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Kesehatan Jombang Inna Silestyowati, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya terlibat suap dengan tawaran menjadi kepala dinas definitif. Uang tersebut digunakan Nyono untuk kepentingan pencalonan di Pilkada 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.