Yenny Wahid Dukung Jokowi Kirim Mahasiswa UI ke Asmat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. Dok.TEMPO/ Jacky Rahmansyah

    Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid. Dok.TEMPO/ Jacky Rahmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid, mendukung rencana Presiden Joko Widodo mengirim mahasiswa ke Asmat, Papua. Hal itu dilakukan agar mahasiswa tersebut bisa melihat langsung bahwa pemerintah telah bekerja mengatasi kasus campak dan gizi buruk di Asmat.

    “Saya apresiasi sikap Pak Jokowi mengajak mahasiswa kita, terutama ketua-ketua BEM (badan eksekutif mahasiswa) untuk menyaksikan langsung permasalahan yang ada di daerah,” ucap Yenny di The Wahid Institute, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Februari 2018.

    Baca: Kata BEM UI Soal Rencana Jokowi Mengirim Mereka ke Asmat, Papua

    Jokowi berencana mengirim mahasiswa ke Asmat untuk melihat langsung kerja pemerintah dalam menangani wabah campak dan gizi buruk. Rencana itu dilontarkan Presiden setelah Ketua BEM Universitas Indonesia Zaadit Taqwa mengacungkan “kartu kuning” dalam kunjungan Jokowi ke UI beberapa waktu lalu.

    Zaadit memberikan kartu kuning kepada Jokowi sebagai tanda peringatan, salah satunya terkait penanganan gizi buruk di Asmat. "Mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota BEM ke Asmat dari UI," ujar Jokowi di Situbondo, Jawa Timur.

    Baca: Menteri Puan Dukung Rencana Jokowi Ajak Ketua BEM UI ke Asmat

    Pengiriman mahasiswa ke Asmat, tutur Yenny, bisa menjadi salah satu jalan untuk melibatkan para penerus bangsa dalam menyelesaikan permasalahan di Indonesia. Sebab, para mahasiswa, dengan sudut pandang unik mereka, akan semakin mampu memahami masalah yang terjadi setelah melihat langsung keadaan di Asmat.

    “Anak muda itu kreatif dan punya sudut pandang berbeda dengan pejabat. Barangkali dengan cara pandangnya, mereka bisa menghadirkan solusi yang lebih konkret,” kata Yenny.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.