Rektor UI Minta Maaf Soal Interupsi Kartu Kuning ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Afganistan Ashraf Ghani setelah menggelar pertemuan di Istana Presiden Arg, Kabul, Afganistan, 29 Januari 2018. REUTERS/Massoud Hossaini/Pool

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Afganistan Ashraf Ghani setelah menggelar pertemuan di Istana Presiden Arg, Kabul, Afganistan, 29 Januari 2018. REUTERS/Massoud Hossaini/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis meminta maaf atas adanya peristiwa interupsi kartu kuning dari salah satu mahasiswa UI kepada Presiden Joko Widodo pada Dies Natalis UI ke-68 pada Jumat, 2 Februari 2018. Permohonan tersebut disampaikan kepada civitas akademika, para undangan, termasuk kepada Presiden Jokowi.

    "Kami sangat menyayangkan mahasiswa tersebut memilih cara penyampaian aspirasi seperti itu, padahal sudah diagendakan pertemuan langsung untuk menyampaikan aspirasi pada Presiden Jokowi," ujar Anis melalui siaran pers pada Senin, 5 Februari 2018.

    Baca: Mahasiswa Acungi Jokowi Kartu Kuning, PDIP Sentil Protokoler UI

    Anis juga menyatakan sangat menyesalkan peristiwa interupsi dilakukan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis, yang seharusnya dihormati dan dijaga kekhidmatannya. Menurut dia, penyampaian saran, kritik dan solusi konkrit semestinya harus memperhatikan berbagai kondisi, seperti waktu, tempat, dan situasi yang terjadi.

    "Kami berharap dapat diutarakan dengan cara yang baik, dan tetap menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama," kata Anis.

    Ia pun mengingatkan pada mahasiswa kami untuk dapat menyampaikan pandangannya yang bersifat kritis dan konstruktif, dalam suatu kerangka yang memperhatikan peraturan dan tata tertib yang berlaku. "Sikap kritis mahasiswa sudah sewajarnya dibangun, karena mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa," kata Anis.

    Baca: Gerindra Juga Beri Kartu Kuning untuk Jokowi

    Anis menyampaikan bahwa sudah merupakan kewajiban universitas untuk menghasilkan intelektual-intelektual muda yang mampu menjadi pemimpin yang baik dalam memberikan kontribusi pada negara. "Karenanya, kami mohon semua pihak memiliki kearifan seperti yang ditunjukan oleh Presiden kita sendiri, yaitu untuk melihat peristiwa ini sebagai sebuah pengalaman dan pembelajaran bagi mahasiswa tersebut pada khususnya, dan mahasiswa UI pada umumnya, serta seluruh komponen bangsa," ujarnya.

    Menurut Anis, mulanya acara tersebut berlangsung baik dan khidmat. Namun di akhir acara terjadi interupsi dari mahasiswa UI yang menyampaikan aspirasinya dengan melakukan aksi simbolik meniupkan pluit dan mengangkat buku berwarna kuning. Belakangan diketahui mahasiwa tersebut adalah Ketua BEM UI Zaadit Taqwa yang bermaksud mengingatkan Presiden Jokowi mengenai sejumlah permasalahan.

    Acara tersebut dihadiri oleh para Guru Besar, Senat Akademik, pimpinan, dosen, dan mahasiswa, serta undangan termasuk Presiden Jokowi dan para Menteri Kabinet Kerja. Presiden Jokowi memberikan orasinya di hadapan civitas akademika UI sekaligus meresmikan Forum Kebangsaan UI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.