Memeras Petugas Tempat Wisata, Jaksa Diringkus Tim Saber Pungli

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Surabaya - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resor Mojokerto dan Kejaksaan Negeri Mojokerto menangkap tiga orang yang diduga memeras seorang pegawai honorer di tempat wisata Jolotundo, Kecamatan Pacet, Mojokerto.

    "Tersangka datang ke lokasi mengaku dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, mengecek dugaan kecurangan penjualan karcis," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Senin, 5 Februari 2018.

    Baca: Satgas Saber Pungli: Pungutan Liar Berpotensi Jadi Pidana Lain

    Frans menuturkan satu dari tiga tersangka merupakan jaksa fungsional pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur berinisial AK, 50 tahun. Adapun dua tersangka lain diketahui sebagai anggota lembaga swadaya masyarakat berinisial HCW, 52 tahun, dan IH, 47 tahun, asal Surabaya.

    Kasus ini bermula saat para tersangka mendatangi korban, M. Syamson Violorensa, Sabtu, 3 Februari 2018. Mereka menuduh Syamson melakukan kecurangan penjualan karcis masuk. Ketiganya lalu memeras korban dengan meminta uang Rp 75 juta.

    Korban hanya menyanggupi memberikan Rp 35 juta. Saat itu juga korban menyerahkan uang Rp 3 juta. Korban berjanji melunasi kekurangannya esok hari. Tim Saber Pungli bergerak menangkap tiga orang tersebut saat korban menyerahkan uang Rp 10 juta.

    Simak: Sepanjang 2017, Tim Saber Pungli Tangkap 2.426 Tersangka

    Sebagai barang bukti, petugas Saber Pungli menyita enam bendel karcis masuk wisata Jolotundo dan uang tunai Rp 612 ribu, uang tunai Rp 11,9 juta, 1 unit mobil Mitsubishi Kuda, dan 4 unit telepon genggam. "Para tersangka ditahan di Mapolres Mojokerto," ujar Frans.

    Saat dikonfirmasi soal penangkapan salah satu oknum jaksa oleh Tim Saber Pungli, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung mengaku belum mengetahuinya. "Kami belum tahu," ucapnya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?