Jaksa KPK Sebut Eks Bupati Batubara Terima Gratifikasi Rp 8 M

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnaen, saat menjalani pemeriksaan perdana, di Gedung KPK, Jakarta, 2 Oktober 2017. OK Arya Zulkarnaen diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi dugaan suap pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnaen, saat menjalani pemeriksaan perdana, di Gedung KPK, Jakarta, 2 Oktober 2017. OK Arya Zulkarnaen diperiksa sebagai tersangka terkait tindak pidana korupsi dugaan suap pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Medan -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan memulai menyidangkan kasus gratifikasi Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnain, Senin, 5 Februari 2018. Arya menjalani persidangan perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri Medan.

    Sidang dipimpin ketua majelis hakim Wahyu Prasetyo Wibowo dan dua anggota. Arya disidang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batubara Helman Herdadi.

    Baca: Gelar OTT, KPK Tangkap Bupati Batubara

    Penuntut umum KPK Aryawan Agustiartono dalam dakwaannya menyebutkan sejak Maret 2016 hingga September 2017, OK Arya menerima hadiah uang sebesar Rp 8,055 miliar. Uang tersebut,menurut Aryawan, diterima Ok Arya lewat Helman Herdadi dan pemilik showroom mobil di Medan bernama Sujendi Tarsono alias Ayen.

    "Uang kepada OK Arya diserahkan Maringan Situmorang, Mangapul Butarbutar alias Apul, Sucipto alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar. Uang tersebut diberikan sebagai syarat memenangkan proyek di Dinas Batubara," ujar Aryawan.

    Aryawan juga menguraikan peran terdakwa Helman Herdadi dalam kasus gratifikasi untuk OK Arya. Terdakwa dijerat Pasal 12 Huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

    Simak: Begini Kronologi Operasi Tangkap Tangan Bupati Batu Bara

    Usai pembacaan dakwaan, OK Arya dan Helman diberi kesempatan berembug dengan penasihat hukum. Namun keduanya tidak mengajukan eksepsi, sehingga sidang OK Arya dan Helman dilanjutkan pada Senin pekan depan. Namun pada sidang ketiga,hakim mengubah jadwal sidang setiap Kamis.

    Usai sidang OK Arya dan Helman, hakim memanggil Sujendi Tarsono alias Ayen pemilik show room Ada Jadi Mobil. Penuntut Umum KPK bernama Eva membacakan dakwaan untuk Ayen.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.