Tersangka, Bupati Jombang Minta Maaf kepada Warga Jawa Timur

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka korupsi, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, meminta maaf kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya masyarakat Jombang. "Saya mohon maaf. Saya tidak tahu itu salah satu pelanggaran hukum," katanya di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Ahad, 4 Februari 2018.

Permintaan maaf disampaikan Nyono setelah dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Menurut dia, uang yang diduga KPK diterimanya sebagai suap digunakan untuk santunan anak yatim. "Saya enggak mikir kalau itu salah, karena kami berikan kepada anak-anak yatim di Jombang."

Baca:
Bupati Jombang Bersama Ajudannya Terkena...
Uang Suap Bupati Jombang Berasal dari Dana...

Nyono siap mengundurkan diri sebagai bupati dan kader Partai Golongan Karya. Nyono dan pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Jombang, Inna Silestyowati, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Ahad, 4 Februari 2018. Inna diduga memberikan sejumlah uang kepada Nyono agar ia ditetapkan sebagai Kepala Dinas Kesehatan secara definitif.

Uang yang diberikan kepada Nyono didapat Inna dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. Kutipan yang dikumpulkan sejak Juni 2017 itu sekitar Rp 434 juta.

Kutipan itu terdiri atas 1 persen untuk Paguyuban Puskesmas Se-Jombang, 1 persen untuk Kepala Dinas Kesehatan, dan 5 persen untuk Bupati Jombang. "Dana yang terkumpul itu diserahkan IS (Inna) kepada NSW (Nyono) sebesar Rp 200 juta pada Desember 2017," tutur Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, Ahad, 4 Januari 2018.

Baca juga: Bupati Nyono Siap Mundur sebagai Bupati...

Selain mengutip uang kesehatan, Inna diduga membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang dan menarik imbalan untuk izin itu. "Pungli itu diduga telah diserahkan kepada NSW (Nyono) pada 1 Februari 2018 sebesar Rp 75 juta," ujar Syarif.

Penetapan tersangka keduanya merupakan lanjutan dari operasi tangkap tangan yang digelar KPK pada Sabtu, 3 Februari 2018, di Jombang, Surabaya, dan Solo.

Simak: Bupati Jombang Tambah Kepala Daerah dari...

Dalam operasi itu, KPK menahan Oisatin, Kepala Puskesmas Perak yang juga Bendahara Paguyuban Puskesmas Se-Jombang; Didi Rijadi, Kepala Paguyuban Puskesmas Se-Jombang; Munir, ajudan Nyono; serta S dan A, anggota keluarga Inna. KPK menyita barang bukti dari Nyono berupa uang senilai Rp 25 juta dan US$ 9,5 ribu.

Sebagai pihak pemberi, Inna dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001. Sedangkan Nyono sebagai pihak yang menerima dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.






Kasus Suap Bupati Jombang, KPK Kembali Periksa Inna Silestyowati

27 Februari 2018

Kasus Suap Bupati Jombang, KPK Kembali Periksa Inna Silestyowati

Hingga kini Inna belum mengajukan diri sebagai saksi pelaku yang bekerja sama dengan KPK (justice collaborator) dalam kasus suap bupati Jombang.


Inna Mengaku Beri Suap ke Bupati Jombang karena Diancam

23 Februari 2018

Inna Mengaku Beri Suap ke Bupati Jombang karena Diancam

Plt Kadis Kesehatan Pemerintah Kabupaten Jombang nonaktif Inna Silestyowati mengaku kerap diancam apabila tidak memberi suap ke Bupati Jombang.


Suami Ditahan KPK, Istri Bupati Jombang Ambil Nomor Urut Pilkada

14 Februari 2018

Suami Ditahan KPK, Istri Bupati Jombang Ambil Nomor Urut Pilkada

Istri Bupati Jombang mengambilkan nomor urut Pilkada karena suaminya ditahan KPK.


Suap Bupati Jombang, KPK Panggil Kasi Pelayanan Kesehatan

13 Februari 2018

Suap Bupati Jombang, KPK Panggil Kasi Pelayanan Kesehatan

KPK menetapkan Bupati Jombang Nyono Suharli sebagai tersangka dalam perkara suap Dinas Kesehatan Jombang.


Gubernur Sukarwo Belum Terima Surat Mundur Bupati Jombang

7 Februari 2018

Gubernur Sukarwo Belum Terima Surat Mundur Bupati Jombang

Menurut Soekarwo, surat pengunduran diri Bupati Jombang harus tertulis dan disampaikan, untuk ditindaklanjuti ke Kementerian Dalam Negeri.


Partai Pengusung Yakin Elektabilitas Bupati Jombang Naik Lagi

7 Februari 2018

Partai Pengusung Yakin Elektabilitas Bupati Jombang Naik Lagi

Menurut Mas'ud, meski Bupati Jombang Nyono tersangka KPK, tidak menyurutkan semangat lima parpol pengusung. "Kami malah tambah bersemangat."


Bupati Jombang Tersangka Korupsi, Ini Kata Akademisi Pesantren

7 Februari 2018

Bupati Jombang Tersangka Korupsi, Ini Kata Akademisi Pesantren

Salah satu akademisi dan ulama muda di Jombang, Zahrul Azhar angkat bicara soal penetapan Bupati Jombang Nyono Suharli menjadi tersangka korupsi.


Bupati Jombang Ditahan KPK, Partai Pengusung Tetap Mendukung

6 Februari 2018

Bupati Jombang Ditahan KPK, Partai Pengusung Tetap Mendukung

Partai pengusung Bupati Jombang inkumben tetap mendukung di pilkada kendati yang bersangkutan ditangkap KPK.


Bisnis Bupati Jombang, dari Tebu Hingga Pengecatan Kapal

6 Februari 2018

Bisnis Bupati Jombang, dari Tebu Hingga Pengecatan Kapal

Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko lahir dari keluarga terpandang di Dusun Balonggading, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Jombang.


Zainudin Amali Gantikan Bupati Nyono Jadi Ketua DPD Golkar Jatim

6 Februari 2018

Zainudin Amali Gantikan Bupati Nyono Jadi Ketua DPD Golkar Jatim

Penunjukan Amali sebagai Plt Ketua DPD Golkar Jawa Timur itu telah diputuskan dalam Rapat Terbatas Partai Golkar beberapa waktu lalu.