Unggahan Terakhir Guru yang Tewas Dianiaya Siswa: Satu-satu Pergi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penganiayaan

    Ilustrasi penganiayaan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan ucapan duka membanjiri unggahan terakhir akun Instagram milik Achmad Budi Cahyono, guru Seni Lukis SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura. Guru itu meninggal karena diduga dianiaya oleh siswanya MH pada Kamis, 1 Februari lalu.

    Budi dengan akun @abc_isme terakhir kali mengunggah pada 3 Januari 2018. Di postingan terakhir Budi cuplikan launching album Garis. Dalam video hanya ada foto tiga orang dengan Budi memegang biola di sebelah kiri dan tulisan "Sendja Djiwa".

    Baca: Penganiayaan Guru oleh Siswa di Sampang, Pelaku Boleh Ikut UN

    Saat membuka video tersebut terdengar beberapa bait lirik diiringi musik biola dan gitar. "Satu-satu pergi, satu-satu hilang". Selain menjadi guru honorer, Budi diketahui sebagai pemain biola. Dalam beberapa unggahannya, ia tampak sedang memainkan biola, baik di acara musik atau pernikahan.

    Budi meninggal setelah dilarikan ke di RSUD Dr. Soetomo Surabaya karena merasa kesakitan di bagian lehernya. Pada Kamis malam pukul 21.40 WIB, Kepala Dinas Pendidikan Sampang Jupri Riyadi menyebutkan Budi meninggal dunia. Dokter mendiagnosis Budi mengalami mati batang otak.

    Baca: Begini Kronologi Siswa Aniaya Guru hingga Tewas di Sampang

    Kejadian naas yang ditimpa Budi bermula saat korban mengajar seni lukis di kelas MH. Namun MH tidak mendengarkan, bahkan mengganggu temannya yang sedang melukis. Korban pun menegur MH, namun tak diindahkan.

    Korban lantas menghampiri MH dan mencoret pipinya dengan cat sebagai sanksi. Rupanya remaja warga Dusun Brekas, Desa Torjun, itu tak terima dan emosi. MH pun menyerang dan memukul korban di dalam kelas. Pemukulan berhenti setelah dilerai siswa lain.

    MH kini telah menjalani proses hukum di Kepolisian Sektor Torjun. Ia menyerahkan diri setelah Budi meninggal dunia pada Kamis malam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.