Narkoba Jenis Baru yang Dimasukkan Pulpen Dikirim dari Belanda

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Kediri – Penyelundupan narkoba jenis baru dari Belanda berhasil digagalkan petugas Bea Cukai Kediri. Narkoba bernama kanapis ini dimasukkan ke dalam pulpen dan dikirimkan melalui Kantor Pos.

    Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Cukai Kediri Suryana mengatakan penyelundupan kanapis ini diketahui saat personel Bea Cukai yang bertugas di Kantor Pos Kediri mencurigai kiriman yang dibungkus amplop.

    “Sesuai prosedur semua barang dari luar negeri baik besar atau kecil kita periksa,” kata Suryana kepada Tempo, Jumat 2 Februari 2018.

    Setelah dibuka, amplop tersebut berisi empat buah pulpen warna hitam. Petugas yang mencurigai pulpen dari Belanda itu kemudian membukanya menjadi dua bagian. Saat itulah tercecer sejumlah butiran kecil menyerupai serbuk dari dalam pulpen. Ketika diteliti, baru diketahui jika butiran tersebut adalah narkoba berjenis kanapis.

    Menurut Suryana, kanapis adalah narkoba jenis baru yang menyerupai daun ganja. Hanya saja bentuk yang dikirim ke Indonesia adalah biji yang siap ditanam.

    “Ini baru pertama kali kanapis dikirim melalui paket kantor pos,” katanya.

    Untuk penyelidikan lebih lanjut, Kantor Bea Cukai melimpahkan paket seberat 65 gram tersebut ke Satuan Narkoba Polresta Kediri. Hingga kini polisi masih melacak paket yang tak dilengkapi identitas pengirim yang beralamat di Belanda itu.

    Suryana menduga ada dua motif dari pengiriman kanapis tersebut. Pertama, pengirim yang diduga merupakan sindikat narkoba internasional melakukan tes jalur pengiriman melalui Kantor Pos. Jika lancar, mereka akan mengirimkan dalam jumlah yang lebih besar.

    Sedangkan motif kedua pelaku sengaja mengincar Kediri sebagai tempat peredaran narkoba jenis baru ini. Hal ini akan disusul dengan pembentukan jaringan baru di wilayah Indonesia. “Tapi itu sudah ranah kepolisian untuk menyelidiki,” kata Suryana.

    Selain narkoba jenis kanapis, petugas Bea Cukai Kediri juga berhasil mengamankan sejumlah peralatan bantu sex atau sex toys dari luar negeri. Benda-benda tersebut diduga dipesan melalui online oleh pembeli dari Kediri.

    Selain melanggar peraturan tentang izin impor, benda-benda tersebut juga melanggar ketentuan pasal 4 UU No 4 tahun 2008 tentang pornografi.

    Selama kurun waktu satu bulan terakhir, petugas Bea Cukai kediri juga mengamankan 180.172 batang rokok ilegal. Petugas juga menangkap dua orang pembuat sekaligus pengedar dan penjual rokok gelap yang telah merugikan

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.