Jusuf Kalla Bahas JCBC dengan Menlu Kamboja Prak Sokhonn

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn di kantornya, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018. Tempo/Vindry Florentin

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn di kantornya, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn di kantornya, Jumat, 2 Februari 2018. Keduanya membahas kerja sama antar negara, baik secara bilateral maupun sebagai sesama anggota ASEAN.  

    Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir, mengatakan salah satu yang dibahas adalah pertemuan Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) yang akan digelar di semester kedua tahun ini. "Pak Wakil Presiden menyambut baik dihidupkannya kembali JCBC karena ini mekanisme yang sangat baik untuk mewujudkan kerja sama di berbagai bidang," kata dia usai mengikuti pertemuan Jusuf Kalla dengan Prak Sokhonn di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 2 Februari 2018.

    Baca juga: Peduli pada Kebencanaan, Jusuf Kalla akan Terima Penghargaan

    Dalam pertemuan tersebut, kedua negara akan mengevaluasi dan menggenjot kerja sama bilateral yang sudah dijalin di berbagai sektor seperti ekonomi, sosial dan budaya, pariwisata, hingga pertahanan. Di sektor ekonomi, Jusuf Kalla menyoroti khusus mengenai investasi Indonesia di Kamboja. Dia mengharapkan dukungan pemerintah Kamboja terhadap para investor Indonesia. Pasalnya investasi Indonesia di negara tersebut mencapai lebih dari US$ 350 juta pada 2016. 

    Menteri Luar Negeri Prak Sokhonn juga menegaskan komitmennya untuk bekerja sama di sektor pariwisata. "Kalau perlu ada kerja sama sejumlah kawasan tujuan wisata baik di Indonesia maupun Kamboja," kata Fachir. Salah satu destinasi yang diusulkan adalah Candi Borobudur dan Kuil Angkor Wat. 

    Dalam pertemuan tersebut juga disinggung hasil kesepakatan Prak Sokhonn dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengenai percepatan negosiasi draf kode etik atau Code of Conduct (CoC) di Laut Cina Selatan antara ASEAN dan Cina. 

    Fachir menuturkan, Prak Sokhonn secara khusus menyampaikan permintaan untuk bekerja sama menggelar pelatihan diplomat. Kamboja sedang membentuk semacam pusat diklat untuk para diplomat tersebut. "Beliau (Jusuf Kalla) juga tadi menyatakan siap membantu proses tersebut," ujarnya. 

    Indonesia dan Kamboja sebelumnya telah bekerja sama dalam bidang pelatihan, khusus untuk perwira militer. Prak Sokhonn menyatakan para perwira yang dilatih di Indonesia berperan cukup signifikan. "Bahkan Pak Wakil Presiden impressed saat beliau kunjungan di sana, didampingi salah satu pengawal presiden dan berbahasa Indonesia," ujar Fachir.  

    Kunjungan Prak Sokhonn ke kantor Jusuf Kalla merupakan  kunjungan pertamanya ke Indonesia setelah terpilih pada April 2017. Dia datang ke Indonesia pada 1-3 Februari 2018. Sebelum bertemu Kalla, dia bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.