Dapat Kartu Kuning dari Mahasiswa, Istana: Jokowi Tak Tersinggung

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan Pemerintah Amerika Serikat dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang dikhawatirkan memicu guncangan stabilitas keamanan dunia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan sikap terkait pernyataan sepihak Amerika Serikat atas diakuinya Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 2017. Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan Pemerintah Amerika Serikat dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang dikhawatirkan memicu guncangan stabilitas keamanan dunia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan Presiden Joko Widodo tidak tersinggung mendapat “kartu kuning” dari mahasiswa saat menghadiri acara Dies Natalis Universitas Indonesia ke-68 di Depok, Jumat, 2 Februari 2018. "Presiden Jokowi biasa aja, tidak tersinggung," ucap Johan melalui pesan elektronik kepada Tempo, Jumat.

    Menurut Johan, Presiden Jokowi sebenarnya dijadwalkan bertemu dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa UI seusai acara Dies Natalis UI. Namun acara itu batal akibat insiden tersebut.

    Baca: Hadiri Dies Natalis UI, Jokowi Diacungi Kartu Kuning

    Johan menjelaskan, sebenarnya mahasiswa itu tidak memberikan kartu kuning. Menurut dia, benda itu adalah buku yang berisikan lagu-lagu dan bersampul kuning.

    Peristiwa itu terjadi sesaat setelah Presiden Jokowi memberikan sambutan dan meresmikan Forum Kebangsaan Universitas Indonesia. Dari kursi barisan pengunjung, tiba-tiba terdengar suara peluit.

    Seorang mahasiswa yang mengenakan batik merah berdiri mengeluarkan kartu kuning berukuran besar dan diarahkan ke panggung tempat Jokowi berada. Aksi ini tidak berlangsung lama, karena seorang personel Pasukan Pengamanan Presiden menghentikannya. Meski didorong oleh anggota Paspampres, mahasiswa ini tetap mengangkat tangan kanannya yang memegang buku bersampul kuning itu.

    Baca: Banyak Menteri Alumnus UI, Jokowi: UI Gudangnya Orang Pintar

    Rencana protes mahasiswa kepada Presiden Jokowi sudah diketahui sebelumnya. Di grup-grup perpesanan wartawan, tersebar undangan untuk meliput penyampaian tuntutan dari mahasiswa kepada Presiden. Mereka menyoroti isu soal dwifungsi Kepolisian RI, gizi buruk di Asmat, dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Organisasi Kemasyarakatan.

    Dalam acara Dies Natalis UI ke-68 itu, Presiden Jokowi berterima kasih kepada kampus yang identik dengan almamater kuning ini. Menurut dia, UI penyumbang terbanyak menteri di Kabinet Kerja.

    Para pembantu Presiden yang alumnus UI di antaranya Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian; Puan Maharani, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Sri Mulyani, Menteri Keuangan; Nila F. Moeloek, Menteri Kesehatan; Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang; serta Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.

    Simak: Ini Lima Kampus Terhijau Di Indonesia Versi UI...

    "Tambah satu lagi, yang doktornya di UI, Pak Moeldoko, Kepala KSP (Kantor Staf Presiden) yang S-2 dan S-3-nya di UI," tutur Jokowi.

    Presiden Jokowi juga memperkenalkan dua staf khususnya, yaitu Johan Budi dan Sukardi Rinakit, yang juga alumnus UI. "UI itu sumbernya pejuang pembangunan. UI sumber inspirasi dan energi untuk satu tujuan Indonesia yang maju," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.