Atasi KLB di Papua, Pemerintah Gandeng Dewan Adat dan Tokoh Agama

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu memberikan susu kepada anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 27 Januari 2018. Sebanyak 7 pasien penderita campak, gizi buruk 73 pasien, gizi buruk plus campak 2 pasien dan gizi kurang 6 pasien dirawat di RS ini. ANTARA

    Seorang ibu memberikan susu kepada anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 27 Januari 2018. Sebanyak 7 pasien penderita campak, gizi buruk 73 pasien, gizi buruk plus campak 2 pasien dan gizi kurang 6 pasien dirawat di RS ini. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan salah satu kendala dalam membina masyarakat Papua ialah tokoh adat dan agama di sana. "Kami merasakan bahwa pemerintah punya program tapi yang mempunyai masyarakat adalah tokoh adat dan tokoh agama," ucapnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 1 Februari 2018.

    Karena itu, Yohana menuturkan akan berkoordinasi dengan bupati, dewan adat, dan tokoh agama setempat agar memberikan perhatian khusus kepada korban kejadian luar biasa (KLB) campak di Papua. "Korbannya yang banyak adalah anak dan perempuan," ujarnya.

    Baca: TNI Pusatkan Penanggulangan Campak Asmat di Tiga Sektor

    Menurut Yohana, persoalan kesehatan dan gizi di Papua berhubungan dengan tradisi, kebiasaan, serta perilaku masyarakat yang ada di suku tertentu. Ia pun menilai hal ini memerlukan kajian yang cukup menyeluruh.

    Selain itu, menurut Yohana, pendidikan perempuan di Papua belum maju. Hal itu pada akhirnya berpengaruh pada kesehatan anak-anak di Papua. Karena itu, Yohana mengatakan akan melakukan program pemberdayaan perempuan.

    Baca: Ada Gizi Buruk, Sri Mulyani Evaluasi Dana Otonomi Khusus Papua

    Yohana pun berpendapat, adat dan kebiasaan kadang membuat masyarakat menjadi korban. "Maka, pendidikan itu dibutuhkan, agar pemikiran masyarakat terbuka serta tidak menjadikan anak dan perempuan sebagai korbannya," ujarnya.

    KLB campak dan gizi buruk yang dialami sebagian warga Kabupaten Asmat, Papua, telah menelan korban jiwa. Sejak September 2017 hingga 28 Januari 2018, 71 anak meninggal dunia, 646 anak terjangkit campak, dan 218 anak menderita gizi buruk. Pemerintah menyatakan pihaknya bertindak lewat satuan tugas kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.