Baksos Gereja Ditolak Ormas, MUI: Seharusnya Ada Pelibatan Muslim

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Unit K-9 Polres Salatiga mengerahkan anjing untuk melakukan pengecekan altar saat sterilisasi Gereja Katolik Santo Paulus Miki, di Salatiga, Jawa Tengah, 24 Desember 2017. Sterilisasi gereja ini dilakukan tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. ANTARA

    Anggota Unit K-9 Polres Salatiga mengerahkan anjing untuk melakukan pengecekan altar saat sterilisasi Gereja Katolik Santo Paulus Miki, di Salatiga, Jawa Tengah, 24 Desember 2017. Sterilisasi gereja ini dilakukan tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia tak menyalahkan sejumlah ormas Islam yang membubarkan kegiatan bakti sosial oleh Gereja Santo Paulus di Bantul, Yogyakarta. Sebab, menurut Ketua Dewan Pengurus MUI Pusat Muhyidin Djunaedi, kegiatan baksos tersebut kemungkinan memang bertujuan untuk kristenisasi.

    “Saya yakin bahwa penolakan itu karena sudah ada bukti sebelumnya bahwa kelompok yang bersangkutan menyalahgunakan pembagian sembako tersebut untuk kepentingan agama,” kata Djunaedi ketika dihubungi Tempo pada Kamis, 1 Februari 2018.

    Baca: Sejumlah Ormas Melarang Bakti Sosial Gereja Santo Paulus Yogya

    Djunaedi mengatakan, seharusnya para panitia melibatkan umat Islam dalam kegiatan pembagian sembako oleh Gereja Santo Paulus. Umat Islam bisa dilibatkan dalam pihak pemberi, bukan hanya penerima sembako. Hal itu untuk mencegah timbulnya kecurigaan akan adanya kristenisasi oleh panitia kegiatan bakti sosial tersebut.

    “Harus melibatkan umat Islam, mau bagi-bagi sembago atau apapun. Sehingga tidak ada kekhawatiran dari umat Islam tentang tujuan kegiatan itu,” kata Djunaedi.

    Gereja Santo Paulus sebelumnya berencana menggelar bakti sosial di rumah Kasmijo, Kepala Dusun Jaranan, Banguntapan pada Ahad, 28 Januari 2018. Kegiatan itu merupakan rangkaian dari peringatan 32 tahun berdirinya gereja sekaligus peresmian paroki dari paroki administratif menjadi paroki mandiri.

    Baca: Baksos Gereja Ditolak Ormas, MUI: Bukan karena Anti-Kristiani

    Namun sejumlah pemuda masjid dan organisasi kemasyarakat atau ormas yang mengatasnamakan Islam mendatangi bakti sosial yang baru akan dimulai pagi itu. Di antaranya Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat Islam (FUI) dan Majelis Mujahidin Indonesia.

    Mereka menolak bakti sosial dengan alasan kristenisasi dan meminta panitia gereja memindahkan kegiatan itu di gereja. “Ada sekitar 50 orang dari ormas yang datang, di antaranya Front Jihad Islam. Demi menjaga suasana dan pertimbangan keamanan, kami membatalkan bakti sosial,” kata Ketua Panitia Acara, Agustinus Kelikasih.

    Bakti sosial tersebut sedianya akan diisi dengan menjual 185 paket sembako murah. Paket itu di antaranya terdiri dari beras, teh dan gula. Ada juga acara bersepeda bersama warga kampung. Selain bakti sosial, panitia gereja pada hari yang berbeda telah menggelar tirakatan, syukuran paseduluran dengan mengundang kalangan muslim. Ada juga ziarah ke sejumlah tokoh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?