Pemprov Jabar Siap Benahi Jabar Selatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemprov Jabar Siap Benahi Jabar Selatan

    Pemprov Jabar Siap Benahi Jabar Selatan

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan secara umum ada tiga hal yang bisa diupayakan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah Jawa Barat (Jabar) Selatan. Ketiga hal tersebut adalah pengembangan infrastruktur, sosial budaya, dan ekonomi.

    "Itulah bagaimana kita fokus melakukan penanggulangan kemiskinan Jabar Selatan. Saya kira ini upaya yang sangat serius dari pemerintah pusat layaknya Presiden yang kini serius menangani Citarum karena ini sangat strategis," kata Deddy Mizwar pada rapat koordinasi bersama Kemenko Kemaritiman dan lima pemerintah kabupaten wilayah Jabar Selatan di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat, Rabu, 31 Januari 2018.

    Demiz, sapaan akrab Wagub,  menekankan penanganan berbagai masalah di Jabar Selatan memang perlu perhatian khusus. Kata Demiz, selain pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, infrastruktur juga sangat dibutuhkan. "Infrastruktur apa yang efektif dibutuhkan sehingga sekaligus meningkatkan kesejahteraan di Jabar Selatan, itulah yang harus kita rancang," ucapnya.

    Soal sosial budaya, kata Demiz, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa memperdayakan potensi di daerah dengan selayaknya. "Maka kita juga membutuhkan masukan dari lima kabupaten di Jabar Selatan untuk memberi tahu hal apa saja yang urgen untuk kemajuan di sana," kata Demiz.

    Oleh karena itu, lanjut Demiz, pemerintah daerah di lima kabupaten yakni Ciamis, Garut, Sukabumi, Cianjur, dan Pangandaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta kementerian terkait akan bersama-sama 'bebenah' Jabar Selatan. "Nanti leading sector-nya saya kira di Kemenko Kemaritiman karena yang mengkoordinasikan siapa mengerjakan apa,” ujarnya.

    Terkait pos anggaran, Demiz memastikan akan ada pembagian baik dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui kementerian terkait. Misalnya untuk sekolah, rumah sakit dan pelayanan dasar lainnya, bisa menggunakan anggaran daerah. Sedangkan untuk infrastruktur seperti bandara, jalan tol, pelabuhan, dan infrastruktur lainnya itu mungkin dari pusat.

    Selain itu, sambung Demiz, pihaknya akan melihat potensi di lima daerah tersebut yang perlu didahulukan pengembangannya. "Sehingga setelah diketahui potensinya, pembangunan akan tepat sasaran sehingga lebih cepat terjadi peningkatan kemampuan ekonomi di daerah-daerah tersebut," kata Demiz.

    Demiz menargetkan program yang dirancang tersebut bisa berjalan lima tahun ke depan. Namun, untuk pembangunan  tol, bandara dan  pelabuhan, tidak bisa dilakukan satu, dua, atau tiga tahun ke depan karena harus ada pengkajian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) daerah tersebut. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?