Kata Peneliti Muda MK Setelah Dibebastugaskan Sementara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti di Mahkamah Konstitusi Abdul Ghoffar Husnan saat melaporkan Ketua MK Arief Hidayat ke Dewan Etik, di Gedung MK, Jakarta, 31 Januari 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    Peneliti di Mahkamah Konstitusi Abdul Ghoffar Husnan saat melaporkan Ketua MK Arief Hidayat ke Dewan Etik, di Gedung MK, Jakarta, 31 Januari 2018. TEMPO/Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti muda di Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi atau MK  Abdul Ghoffar Husnan mengaku belum mengetahui ihwal pembebastugasan sementara oleh Sekretariat Jenderal MK. Ia belum mengetahui penyebab pembebastugasan pasca pelaporan terhadap Arief Hidayat ke Dewan Etik.

    "Saya belum bisa mengomentari, saya harus melihat suratnya bagaimana. Saya ingin mengklarifikasi kesalahan saya apa sehingga harus dibebastugaskan," kata Abdul Ghoffar saat dihubungi di Jakarta, Kamis 1 Februari 2018.

    Baca juga: Busyro Muqoddas Minta Arief Hidayat Tiru Cara Mundur Arsyad Sanusi

    Ia pun mempertanyakan sebab pembebastugasan sementara tersebut. Sebab, keputusan itu terjadi tak lama setelah tulisan opini di harian Kompas berjudul "Ketua Tanpa Marwah" pada 25 Januari 2018 dan pelaporan terhadap Arief Hidayat ke Dewan Etik pada 31 Januari. "Saya benar-benar tidak tahu titik salah saya sehingga harus dibebastugaskan sementara," ujarnya.

    Kabar bebas tugas sementara Abdul Ghoffar dikonfirmasi Juru bicara MK Fajar Laksono. Fajar mengatakan pembebastugasan Abdul Ghoffar untuk kepentingan pembinaan, klarifikasi, dan penegakan kode etik pegawai MK. "Untuk kepentingan tersebut, saudara Abdul Ghoffar akan dibebastugaskan sementara dari tugasnya sebagai peneliti," katanya.

    Fajar belum bisa memastikan batas waktu pembebastugasan Abdul Ghoffar. Menurut dia, pembebastugasan Ghoffar untuk memperlancar proses pemeriksaan. "Sampai selesai yang bersangkutan, dalam proses pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Internal yang segera dibentuk," ujarnya.

    Baca juga: MK Pastikan Pegawai yang Minta Arief Hidayat Mundur Tak Dipecat

    Kabar ini engejutkan Ghoffar. Sebabnya, tak lama setelah melaporkan Arief ke Dewan Etik, ia menyampaikan adanya kemungkinan mutasi posisinya di MK. "Sekjen menyampaikan bahwa saya akan ditarik, dari mulanya menempel hakim, saya ditarik ke bagian lain dan tidak lagi menempel ke hakim. Itu baru secara lisan," kata Ghoffar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.