Rabu, 22 Agustus 2018

TNI Telah Salurkan 34 Ton Bantuan untuk Kasus Gizi Buruk di Asmat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI Laksamana Madya Andriani, usai menjalani rapat kerja di Dewan Perwakilan Rakyat soal KLB di Asmat, Papua, Kompleks Parlemen, Jakarta, 1 Februari 2018. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI Laksamana Madya Andriani, usai menjalani rapat kerja di Dewan Perwakilan Rakyat soal KLB di Asmat, Papua, Kompleks Parlemen, Jakarta, 1 Februari 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia hingga saat ini telah mengirim sebanyak 34 ton bantuan makanan, obat-obatan, pakaian, dan bahan penunjang lainnya ke Papua, khususnya Asmat. Yang terbaru, pagi ini, Kamis, 1 Februari 2018 TNI kembali mengirim 6,7 ton bahan bantuan.

    Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI Laksamana Pertama Andirani mengatakan di antara bantuan bahan yang dikirim, terdapat 500 kilogram bawang yang terdiri dari bawang merah dan bawang putih.

    "Ini ada 250 kilogram bawang merah dan 250 kilogram bawang putih. Untuk bahan masak ibu-ibu di sana," kata Andriani kepada Tempo usai menghadiri rapat di gedung DPR, Kamis, 1 Februrari 2018.

    Baca juga: Panglima TNI Sebut KLB Campak di Kabupaten Asmat Telah Diatasi

    Tempo mendapatkan daftar bahan bantuan yang telah dikirimkan TNI. Dari daftar tersebut, selain 500 kilogram bawang, TNI juga mengirimkan 16.178 kotak ransum, 8.929 kotak makanan bayi, 1.500 kaleng susu beruang, 300 kotak susu bayi, 2.030 kilogram beras, serta 10.800 kotak makanan yang telah diperkaya.

    Selain bahan makanan, TNI juga mengirim 1.000 lembar selimut, 10 kilogram pakaian layak pakai, 50 dus peralatan masak, serta tiga dus ember dan piring.

    Andriani mengatakan bahan bantuan tersebut tidak hanya dikirim ke Asmat. Daerah dataran tinggi seperti Oksibil di Pegunungan Bintang, Papua juga menjadi target pengiriman bantuan.

    Soalnya, Andriani mengatakan di daerah tersebut terdapat banyak warga yang terkena diare akibat dehidrasi. Mereka tidak memiliki sumber air bersih sehingga memanfaatkan air hujan untuk dikonsumsi.

    Selain mengirim bahan bantuan, TNI juga membentuk Tim Satuan Tugas Kesehatan yang dikirimkan untuk menanggulangi permasalahan campak dan gizi buruk di Papua, khususnya Asmat. Selain itu mereka juga bertugas untuk mendata dan memberikan penanganan medis penyakit lain yang dikhawatirkan, seperti difteri, disentri, dan malaria.

    Berdasarkan data yang Tempo terima, sampai saat ini ada 185 personel Satgas Kesehatan yang berada di sana, khususnya di wilayah Asmat. Unit tersebut terdiri dari 50 orang tim Kesehatan TNI, 69 orang Unit Pengamanan Wilayah, 20 orang Unit Penerbangan TNI AD, 20 orang unit evakuasi, serta 26 unit pendukung lainnya.

    Baca juga: TNI Gandeng Pendeta dan Gunakan Gereja untuk Pemeriksaan di Asmat

    Hal itu sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang disampaikan saat membuka Rapat Pimpinan TNI-Polri 2018 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa, 23 Januari 2018.

    Jokowi meminta TNI membantu penanggulangan gizi buruk serta wabah campak di Asmat, Papua yang ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa. Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan berdasarkan perkembangan terbaru saat ini sebanyak 72 orang meninggal karena kasus gizi buruk dan campak di Asmat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.