Temui JK, MILF Siap Bebaskan WNI Sandera di Filipina Selatan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF) di kantornya, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018. Tempo/Vindry Florentin

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF) di kantornya, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menerima delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF). Pertemuan itu membahas penanganan konflik separatisme di Indonesia, khususnya di Aceh dan Papua. 

    Kalla menuturkan, delegasi MILF ingin belajar dari pengalaman Indonesia menangani konflik-konflik tersebut. "Kami sampaikan bahwa pengalaman setiap perdamaian, misi pertamanya adalah saling menghormati. Kedua, mesti ada komprominya apa," kata JK di kantornya, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018. 

    Baca juga: Wapres Jusuf Kalla: Penyanderaan di Filipina Menjadi Bisnis

    Pimpinan MILF, Murad Ebrahim, menganggap Indonesia sukses menciptakan perdamaian dari pemberontakan tersebut. Dia berharap, pengalaman yang dibagikan Jusuf Kalla bisa diterapkan di Mindanao, yang kondisinya saat ini hampir sama dengan situasi di Aceh dan Papua dulu.

    "Kami sudah berkunjung ke Aceh dan terkesan dengan apa yang terjadi setelah tsunami dan konflik di sana. Kami berharap ada pelajaran yang dapat kami petik dari sini dan diterapkan di Filipina," ujar Murad. 

    Murad berujar, pemerintah Indonesia banyak membantu proses perdamaian di Mindanao, Filipina. Sampai saat ini International Monitoring Tim (IMT) masih mengawasi gencatan senjata antara kelompok radikal dengan tentara bersenjata. Pihaknya kini masih bernegosiasi dengan pemerintah Filipina.

    Jusuf Kalla menyatakan bersedia membantu mereka. Salah satunya dengan menempatkan 10 tim ITM di Manila dan Mindanao. 

    Sementara itu MILF menyatakan akan berusaha membebaskan sejumlah warga Indonesia yang menjadi sandera di Filipina Selatan. Pihaknya akan terus berkoordinasi untuk melacak pergerakan para penyandera. 

    Pertemuan dengan JK ini juga dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia AM Fachir dan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen Isleta beserta jajarannya. Hadir pula perwakilan dari United Nations Development Programme (UNDP).


  • JK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.