Peduli pada Kebencanaan, Jusuf Kalla akan Terima Penghargaan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla. (antara)

    Wakil Presiden Jusuf Kalla. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) akan memberikan penghargaan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai sosok inspiratif yang peduli terhadap kebencanaan alam dan sosial. "Beliau akan jadi tokoh pertama yang mendapat penghargaan itu," kata Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di kantor Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 1 Februari 2018.

    IABI mencatat puluhan peran Kalla yang dinilai sangat berarti membantu persoalan kebencanaan baik bencana alam dan sosial. Penghargaan ini diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk tidak hanya berpangku tangan tapi berperan aktif menyelesaikan masalah-masalah itu. 

    Baca:
    Jusuf Kalla: 6 Jam Pertama Penting Dalam ...
    Waspada, BNPB Prediksi Sepanjang 2018 ...

    Penghargaan akan diserahkan di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ke-5 di universitas itu pada Mei 2018. Pertemuan itu diikuti oleh peneliti, akademisi, praktisi dan perekayasa kebencanaan di Indonesia. "Beliau mengucapkan terima kasih atas apa yang kami lalukan kepada beliau dan senyum." Kalla, ujar Irwan, berjanji akan datang ke acara itu. 

    Irwan menemui Kalla didampingi Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni, Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Harkunti Pertiwi Rahayu, dan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Hermansyah.  

    Baca:
    Wapres JK: Bali Siap Menghadapi Bencana ...
    JK: PMI Hadir Maksimal 6 Jam Setelah Bencana

    Ketua IABI Harkunti Pertiwi Rahayu mengatakan gelaran PIT Riset Kebencanaan tahun ini mengangkat tema “Manajemen Bencana untuk Pembangunan yang Berkelanjutan”. Acara ini akan menggelar seminar nasional dan internasional tentang kebencanaan, pameran riset kebencanaan, serta kunjungan ke Geopark Sumatera Barat.

    Harkunti mengatakan kegiatan ini akan menjadi ajang sosialisasi upaya pengurangan risiko bencana kepada masyarakat secara luas. "Ini salah satu upaya kami mensosialisasikan temuan, riset (tentang pengurangan risiko bencana) terhadap masyarakat yang hadir," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.