Hamdan Zoelva ke Rumah Kapolri Tito Karnavian Bahas Video Viral

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syarikat Islam mengadakan Peringatan 101 Tahun pidato Zelfbestuur HOS Tjokroaminoto yang dihadiri Hamdan Zoelva, Ketua Umum Syarikat Islam, 16 Juni 2017.  Foto:  Istimewa/dok. Syarikat Islam

    Syarikat Islam mengadakan Peringatan 101 Tahun pidato Zelfbestuur HOS Tjokroaminoto yang dihadiri Hamdan Zoelva, Ketua Umum Syarikat Islam, 16 Juni 2017. Foto: Istimewa/dok. Syarikat Islam

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia Hamdan Zoelva menemui Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian di rumah dinas Kapolri di Jakarta, Rabu siang, 31 Januari 2018. Kehadirannya itu untuk mengklarifikasi video pidato Tito yang memerintahkan jajarannya memperkuat organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

    "Iya, benar, untuk membicarakan masalah video yang viral. Ingin mengklarifikasi saja," kata Hamdan Zoelva, saat dihubungi wartawan, hari ini.

    Baca juga: Soal Pidato Tito Karnavian, Azyumardi: Banyak Tokoh Buta Sejarah

    Dalam pertemuan tersebut, Hamdan, yang merupakan pakar hukum tata negara, datang ke rumah dinas Kapolri di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bersama dengan delapan petinggi DPP Syarikat Islam Indonesia.

    Sebelumnya, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain membuat surat terbuka yang diunggah di akun Facebook-nya untuk menanggapi pidato Kapolri tersebut.

    Dalam surat terbuka itu, Zulkarnain memprotes keras perkataan Tito yang tidak menganggap perjuangan umat Islam di luar ormas NU dan Muhammadiyah.

    "Saya sangat kecewa dan berkeberatan atas pidato Kapolri yang saya nilai provokatif, tidak mendidik, buta sejarah, tidak berkeadilan, dan rawan memicu konflik," kata Zulkarnain.

    Baca juga: Jokowi Minta TNI-Polri Persuasif Tangani Potensi Konflik Pilkada

    Pihaknya meminta Kapolri Tito Karnavian segera meminta maaf kepada umat Islam dan menarik isi pidato tersebut. "Saya dan umat menunggu pernyataan maaf dari Kapolri," ujar Zulkarnain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.