Rita Widyasari Minta Maaf ke Dokter Kecantikan Sonia Wibisono

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 30 Januari 2018. Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka terkait kasus tindak pidana pencucian uang sebesar Rp 436 miliar TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 30 Januari 2018. Rita Widyasari diperiksa sebagai tersangka terkait kasus tindak pidana pencucian uang sebesar Rp 436 miliar TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari menyampaikan permohonan maafnya kepada dokter kecantikan Sonia Grania Wibisono. Permohonan maaf itu karena Rita merasa telah menyeret Sonia dalam pusaran kasus dugaan tindak pidana pencucian uang.

    “Saya minta maaf ke dokter Sonia karena dia tidak ada hubungan dengan saya. Saya hanya pernah menjual tas ke dia,” kata Rita di kantor KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Januari 2018.

    Baca juga: Usut Pencucian Uang Rita Widyasari, KPK Periksa Dokter Kecantikan

    Nama Sonia mengemuka dalam pusaran kasus TPPU yang diduga dilakukan Rita. Sonia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi untuk Rita pada Jumat pekan lalu. Sonia mengaku pernah bertemu dengan Rita di sebuah acara untuk kalangan sosialita sekitar 5 tahun lalu. Sonia tidak mengingat lokasi pertemuan keduanya.

    Sonia pun tak mengetahui pekerjaan dan jabatan Rita. Meski mengenal, Sonia juga mengaku tak memiliki hubungan dekat dengan Rita.

    KPK sedang menyidik Rita dalam perkara dugaan suap terkait pemberian izin lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima. Rita diduga menerima suap senilai Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun. Suap diduga diterima sekitar bulan Juli dan Agustus 2010.

    Baca juga: Kasus Pencucian Uang Rita Widyasari, KPK Periksa 9 Saksi

    Selain itu, Rita Widyasari juga sedang disidik dalam perkara dugaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya. Dalam kasus tersebut Rita dan Khairudin diduga menerima gratifikasi senilai Rp 6,97 miliar.

    Rita mengatakan berkas perkaranya hampir rampung dan akan dilimpahkan pada 1 Februari 2018. “Diserahkan Kamis, tanggal 1 (Februari),” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.