Dulu PAN ke Prabowo Subianto, Kini Masih ke Jokowi Tapi...

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap Guru Besar di Indonesia bisa terlibat aktif dalam mengimplementasikan Pancasila.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan berharap Guru Besar di Indonesia bisa terlibat aktif dalam mengimplementasikan Pancasila.

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya belum siap mengambil keputusan untuk mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

    “PAN masih berkomitmen menjadi partai pendukung pemerintah. Jadi, kami masih mendukung Pak Jokowi," ujar Zulkifli yang juga Ketua MPR itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Selasa 30 Januari 2018.

    Zulkifli ditanya wartawan menyusul akan adanya kabar Partai Gerindra berencana mendeklarasikan Prabowo Subianto menjadi Capres 2019 pada HUT Gerindra, 6 Februari 2018. Pada Pemilu 2014, PAN adalah sekondan Gerindra dengan mengusung Hatta Radjasa, Ketua Umum PAN waktu itu sebagai wakil presiden. 

    BACA: LSI: Pendamping Jokowi dan Prabowo di Pilpres Harus Tokoh Islam

    Zulkifli sendiri menolak menjawab soal posisi cawapres yang menyeret namanya. Tak hanya dengan Prabowo Subianto, juga dalam bursa cawapres Jokowi, bersaing dengan Muhaimin Iskandar (PKB), Romahurmuziy (PPP), dan Sohibul Iman (PKS), Zulkifli menegaskan dirinya juga belum memikirkan hal tersebut.

    “Kami belum ke sana, yang penting kerja dan kerja untuk rakyat, sehingga apa yang dirasakan oleh rakyat, itulah yang terus kami perjuangkan,” ujarnya.

    BACA: Canda Soal Prabowo Cawapres Jokowi Bikin Deddy Mizwar Dicoret.

    Ketua Umum PAN ini  mencontohkan pentingnya kesejahteraan para petani dan harga-harga yang terjangkau.

    Sebelumnya kader partai Gerindra mengusulkan agar perayaaan HUT Gerindra pada 6 Februari mendatang dijadikan momentum untuk mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019.

    "Nanti kita akan diskusikan. Memang ada usulan mau deklarasi calon. Usulan dari berbagai macam, dari DPC, DPD," kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.