Jogja Astro Club: Nobar Gerhana Bulan sebagai Sarana Edukasi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengabadikan gerhana bulan parsial di Banda Aceh, Aceh, 8 Agustus 2017. ANTARA/Irwansyah Putra

    Warga mengabadikan gerhana bulan parsial di Banda Aceh, Aceh, 8 Agustus 2017. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Saat gerhana bulan total terjadi pada Rabu, 31 Januari 2018, warga Yogyakarta diundang berkumpul di Alun-alun Utara. Selain ada salat gerhana di Masjid Agung, para penggemar astronomi ikut mengamati peristiwa langka ini.

    “Kami menyediakan layar lebar dan ada empat teleskop untuk digunakan dalam pengamatan,” kata Mutoha Arkanuddin, pegiat Jogja Astro Club, Selasa, 30 Januari 2018.

    Baca: Asyik, Ada Nobar Gerhana Bulan 2018 di Alun-alun Utara Yogyakarta

    Menurut dia kegiatan menyaksikan gerhana bulan sebagai edukasi bagi masyarakat. Sebab, kata dia, gerhana bula merupakan peristiwa alam yang tidak ada sangkut pautnya dengan bencana. Namun bagi umat muslim dianjurkan untuk salat gerhana, baik di masjid maupun di rumah masing-masing.

    Sebagai wahana edukasi astronomi bagi masyarakat, kegiatan nonton bareng ini perlu digelar. Sebab, tidak semua orang tahu secara ilmiah gerhana bulan.

    Simak: Rekomendasi Terbaik Nonton Gerhana Bulan di Yogya

    Gerhana bulan pada 31 Januari 2018 ini tergolong istimewa. Sebab ada beberapa peristiwa astronomi yang terjadi bersamaan.  Gerhana itu disebut super blue blood moon, karena  merupakan purnama kedua pada Januari setelah 1 Januari tahun lalu. Fase kejadian blue moon tidak ada kaitannya dengan warna biru dari bulan.

    Kepala Stasiun Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Yogyakarta Joko Budiono menyatakan gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi. Maka tidak semua cahaya sampai ke bulan.

    “Fenomena ini merupakan salah satu akibat  pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan yang dinamis,” kata dia.

    Lihat: Berbagai Mitos Gerhana Bulan dari Seluruh Dunia

    Menurut dia pada 2018 akan terjadi lima kali gerhana. Yaitu gerhana bulan total  31 Januari 2018, gerhana matahari sebagian pada 15 Februari dan  13 Juli 2018 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

    Gerhana bulan total akan terjadi lagi pada 28 Juli 2018 yang dapat diamati dari Indonesia. Adapun terakhir gerhana matahari sebagian pada  11 Agustus 2018 namun tidak dapat diamati dari Indonesia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.