Anggota Komisi I Nilai Komisi Penyiaran Belum Sangar seperti KPK

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2016-2019. (kpi.go.id)

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Rudianto Tjen menilai Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI  belum sangar seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini kan sama-sama komisi, jadi KPI juga harus bisa sekuat KPK," ujar Rudianto saat rapat dengar pendapat Komisi I dengan KPI di Kompleks DPR, Senayan, Selasa, 30 Januari 2018.

Baca juga: Cerita KPID yang Terancam Mati Suri

Rudianto menilai KPI belum aktif menjalankan fungsinya, sehingga lembaga penyiaran televisi dan radio masih banyak yang melanggar aturan.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini memberi contoh banyaknya iklan politik yang sudah dilarang tapi masih tayang di televisi atau tersiar di radio. Bahkan ada yang melakukan banding ke PTUN setelah mendapat sanksi dari KPI.

"Kalau aturannya jelas dan kuat, tidak mungkin ada banding untuk KPI," kata Rudianto.
Padahal, jika KPI bisa kuat seperti KPK, pengawasan oleh KPI akan lebih efektif.
"KPI harus membuat terobosan."

Baca juga: Revisi UU Penyiaran, KPI Berharap Ada Denda untuk Artis  

Belum lagi, kata Rudianto, KPI harus berhadapan dengan pihak-pihak yang berada di belakang industri televisi dan radio. Kalau tidak memiliki gengsi tinggi, menurut dia, KPI bisa saja nanti ditekan dalam agenda-setting mereka.






DPR: Seleksi Anggota KPI Harus Tepat dan Transparan

19 Mei 2022

DPR: Seleksi Anggota KPI Harus Tepat dan Transparan

Setiap calon Anggota KPI harus memiliki visi dan misi yang jelas.


Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di KPI Mandek, Korban Ingin Bertemu Kapolri

7 Maret 2022

Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di KPI Mandek, Korban Ingin Bertemu Kapolri

Korban pelecehan seksual dan perundungan di KPI mempertanyakan nasib penanganan kasusnya di Polres Metro Jakarta Pusat yang jalan di tempat.


Cerita Tessy Jual Mobil dan Rumah Usai Dilarang Tampil di Televisi

5 Maret 2022

Cerita Tessy Jual Mobil dan Rumah Usai Dilarang Tampil di Televisi

Tessy kehilangan pekerjaannya di layar kaca selama enam tahun setelah dicekal oleh KPI karena memakai pakaian perempuan.


Komnas Perempuan Apresiasi MS karena Berani Adukan Perundungan di KPI

2 Oktober 2021

Komnas Perempuan Apresiasi MS karena Berani Adukan Perundungan di KPI

Komisioner Komnas Perempuan mengatakan MS merasa perlu melapor ke lembaganya lantaran perundungan di KPI berdampak ke istri dan ibunya.


Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja Menurut Kemenaker

23 September 2021

Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja Menurut Kemenaker

Kasus pelecehan seksual seperti yang dialami MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, mengundang perhatian publik luas beberapa waktu lalu.


Jangan Anggap Sepele, 9 Gejala Trauma Pada Pria Korban Pelecehan Seksual

2 September 2021

Jangan Anggap Sepele, 9 Gejala Trauma Pada Pria Korban Pelecehan Seksual

Terbaru meruak kabar dugaan pelecehan seksual pada seorang pegawai pria di Komisi Penyiaran Indonesia oleh sejumlah rekan kerjanya.


Lakukan 5D Jika Melihat Ada Pelecehan Seksual

2 September 2021

Lakukan 5D Jika Melihat Ada Pelecehan Seksual

Terbaru meruak kabar dugaan pelecehan seksual pada seorang pegawai pria di Komisi Penyiaran Indonesia oleh sejumlah rekan kerjanya.


Ada Tayangan Menstigma Difabel, KPI: Medianya Mesti Kena Sanksi Juga

5 Juli 2021

Ada Tayangan Menstigma Difabel, KPI: Medianya Mesti Kena Sanksi Juga

KPI tidak dapat menyemprit konten di media sosial yang menyinggung atau menstigma difabel.


Pertontonkan Koleksi Barang Mewah Helena Lim, Silet Kena Semprit KPI

6 Agustus 2020

Pertontonkan Koleksi Barang Mewah Helena Lim, Silet Kena Semprit KPI

Program infotainment Silet dapat teguran tertulis dari KPI karena menanyangkan koleksi barang mewah milik Helena Lim beserta penyebutan harganya.


Brownis Kena Sanksi KPI Pusat, Dilarang Tayang untuk Sementara

3 April 2020

Brownis Kena Sanksi KPI Pusat, Dilarang Tayang untuk Sementara

Salah satu kesalahan Brownis yang membuatnya kena sanksi dari KPI Pusat adalah karena menjadikan pernikahan kakek dan gadis 16 tahun sebagai candaan.