Penyelamatan Sandera Abu Sayyaf, TNI Tak Lakukan Operasi Militer

26-inter-TentaraFilipina-versusAbuSayyaf

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan Indonesia tidak dapat melakukan operasi militer untuk penyelamatan tiga orang warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina. "Enggak mungkin, negara lain di sana," kata dia di DPR RI, Senin, 29 Januari 2018.

Hadi menjelaskan TNI sudah melakukan komunikasi dengan otoritas Filipina soal penyanderaan WNI tersebut. "Sudah kami lakukan terus, termasuk Menhan (Menteri Pertahanan) juga selalu," tutur dia.

Baca: Dua WNI Sandera Abu Sayyaf Diserahkan ke Keluarga

Hadi menegaskan selalu memantau perkembangan Abu Sayyaf. Dia mengatakan bekerja sama sengan otoritas di sana, guna menyelamatkan warga Indonesia yang ditawan di sana.

Tiga nelayan asal warga Kepulauan Selayar, disandera kelompok Abu Sayyaf saat sedang berlayar di Perairan Lahat Datu, Malaysia Timur pada Januari 2017. Mereka adalah Hamda dan Sudarling, warga kepulauan Bembe, Kecamatan Pasi Masunggu, Selayar. Satu nelayan lagi bernama Subandi, yang merupakan warga Kecamatan Bontobahari, Bulukumba.

Dalam video amatir yang diunggah kelompok Abu Sayyaf yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, seorang nelayan meminta pertolongan. "Kepada pemerintah kita di Indonesia, Presiden Joko Widodo untuk cepat membebaskan kami, sebab kami ada batas waktu untuk potong kepala, kami minta tolong kepada pemerintah, kami tidak mau mati di sini," ujarnya.

Baca: Milisi Abu Sayyaf Bunuh 2 Sandera Warga Vietnam

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan RI Ryamirzard Ryacudu mengatakan sudah berbicara dengan Presiden Filipina Rodrigo Duerte. Menurut dia, Duerter sudah membukakan pintu bagi Indonesia untuk menyelamatkan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.






Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

3 jam lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


Feud Between Two Generals of TNI

6 jam lalu

Feud Between Two Generals of TNI

Effendi Simbolon, a member of DPR revealed the dispute between Indonesian Military or TNI Commander Gen. Andika Perkasa and Gen. Dudung Abdurachman.


Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

7 jam lalu

Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

Prabowo menilai TNI memang harus menyesuaikan syarat tinggi badan tersebut dengan kondisi daerah masing-masing dan suku yang berlainan.


Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

12 jam lalu

Andika Perkasa Revisi Aturan Penerimaan Taruna, Moeldoko: Prajurit untuk Perang, Bukan Berbaris

Moeldoko mendukung langkah Panglima TNi Jenderal Andika Perkasa yang mengubah batas minimal tinggi tubuh calon taruna dan taruni Akmil.


Ledakan Diduga dari Granat Kejut Terjadi di Gang Sempit Jakarta Utara

1 hari lalu

Ledakan Diduga dari Granat Kejut Terjadi di Gang Sempit Jakarta Utara

Ledakan diduga berasal dari granat kejut (stun grenade) terjadi di gang sempit Jalan Tipar Timur, RT 08 RW 04 Kelurahan Semper Barat Cilincing.


Sidang Kasus HAM Berat Paniai, Saksi: Massa Memaksa Masuk Koramil, 3 Warga Tewas

1 hari lalu

Sidang Kasus HAM Berat Paniai, Saksi: Massa Memaksa Masuk Koramil, 3 Warga Tewas

Sidang kasus HAM berat Paniai di PN Makassar digelar hari ini . Agendanya pemeriksaan saksi-saksi, dengan terdakwa Mayor (Purn) Isak Sattu.


Inilah Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna Terbaru setelah Direvisi

1 hari lalu

Inilah Syarat Tinggi Badan dan Usia Calon Taruna Terbaru setelah Direvisi

Selain tinggi badan, Panglima TNI Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mervisi batas usia calon taruna.


Pemilihan Rektor Pertama UNS Era PTNBH, Tahapan Dimulai Hari Ini

2 hari lalu

Pemilihan Rektor Pertama UNS Era PTNBH, Tahapan Dimulai Hari Ini

Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo menggelar rangkaian kegiatan Pemilihan Rektor Periode 2023-2028.


Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

2 hari lalu

Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

Kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah menyiagakan 4.400 personel gabungan menjaga unjuk rasa di Jakarta, Selasa, 27 September 2022


DPR Setujui Anggaran Kementerian Pertahanan Rp 134 Triliun

2 hari lalu

DPR Setujui Anggaran Kementerian Pertahanan Rp 134 Triliun

DPR menyetujui anggaran Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada 2023 sebesar Rp 134 triliun dari usulan sebelumnya mencapai Rp 319 Triliun