Presidium Alumni 212 Sebut Kabar Kepulangan Rizieq Menyesatkan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa melaksanakan salat Jumat saat menggelar Aksi 121 di depan kantor Facebook, Jakarta, 12 Januari 2018. Aksi ini dihadiri oleh beberapa pihak, di antaranya Laskar Pembela Islam (LPI), FPI, Persatuan Umat Islam, Presidium Alumni (PA) 212, dan Jawara Betawi. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Massa melaksanakan salat Jumat saat menggelar Aksi 121 di depan kantor Facebook, Jakarta, 12 Januari 2018. Aksi ini dihadiri oleh beberapa pihak, di antaranya Laskar Pembela Islam (LPI), FPI, Persatuan Umat Islam, Presidium Alumni (PA) 212, dan Jawara Betawi. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Alumni 212 kubu Umar Al Hamid (Presidium Alumni 212) membantah kabar kepulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018. Kabar tersebut bahkan dianggap sebagai modus opini penyesatan yang bertujuan unuk menciptakan kegaduhan.

    "Berpotensi menimbulkan kebohongan publik," kata juru bicara Presidium Alumni 212 (PA 212), Aminudin dalam keterangan tertulis yang diperoleh Tempo di Jakarta. Senin, 29 Januari 2018. Pernyataan ini disampaikan usai rapat besar PA 212 di Tebet, Jakarta Selatan, pada hari yang sama.

    Baca: Alumni 212 Terbelah Gara-gara Nama Presidium dan Persaudaraan

    Sejauh ini, kata Aminudin, belum ada pembicaraan khusus terkait rencana kepulangan Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia. Rizieq sendiri sudah berada di Arab Saudi sejak pertengahan 2017 lalu. "PA 212 sangat menyayangkan adanya pernyataan sepihak tentang isu kedatangan Habib Rizieq," ujarnya.

    Kabar tentang kepulangan Rizieq itu sumbernya juga berasal dari Alumni 212 kubu Slamet Maarif (Persaudaraan Alumni 212). Dia yang pertama kali mengungkapkan bahwa Rizieq akan pulang pada 21 Februai mendatang. Eggi Sudjana, Dewan Penasehat Alumni 212 kubu Slamet, pun mengklaim sekitar 5 juta orang Islam siap menyambut kedatangan Rizieq di Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten.

    Simak: Selain Pornografi, Ini Deretan Kasus yang Menunggu Rizieq Syihab

    Meski sama-sama Alumni 212, organisasi yang terbentuk pasca-aksi pada 2 Desember 2016 itu kini terbelah. Dalam musyawarah nasional di Bogor, Jawa Barat, 25-27 Januari 2018, Alumni 212 kubu Slamet resmi mengumumkan pergantian nama dari Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.

    Baca: PDIP Berharap Alumni 212 Memberi Pernyataan Menyejukkan

    Keputusan ini membuat kelompok lain meradang. Seusai mengadakan rapat besar di Tebet, Jakarta Selatan, 29 Januari 2018, Alumni 212 kubu Umar Al Hamid membantah adanya pergantian nama organisasi seperti klaim kubu Slamet. Meski terbelah, kedua kubu masih tetap mempercayakan posisi pembina alumni 212 di tangan Rizieq.

    Tidak ada keterangan lebih lanjut dari Alumni 212 kubu Umar Al Hamid terkait pernyataan soal kepulangan Rizieq ini. Sebagai Ketua Umum Presidium Alumni 212, Umar mengakui alumni 212 saat ini terpisah dengan kehadiran Persaudaraan Alumni 212. "Tapi di sini (Presidium), mudah-mudahan tidak ada perselisihan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.