Survei Wahid Foundation: Komunis dan LGBT Paling Tak Disukai

Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid. Dok. TEMPO/Rizki Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Survei Wahid Foundation tentang tren toleransi sosial keagamaan di kalangan perempuan muslim Indonesia menyebut kelompok komunis serta lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sebagai kelompok yang paling tidak disukai. Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi dengan sekitar 1.500 responden pada Oktober 2017.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengatakan fenomena ini menunjukkan adanya peningkatan retorika tentang anti-komunisme. “Ini hubungannya isu yang dipakai untuk menyerang Presiden Jokowi (Joko Widodo). Intinya, ini politik sekali,” ujarnya saat mempresentasikan hasil survei di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 29 Januari 2018.

Baca juga: Dianggap Sebarkan Komunisme, Aktivis Lingkungan Divonis 10 Bulan

Menurut Yenny, hasil survei ini menarik lantaran kelompok komunisme menjadi kelompok yang terimajinasikan. Sebab, kata dia, kelompok yang disebut komunis ini tidak termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari. “Ini yang terimajinasikan dan tidak kelihatan, tetapi langsung diterima,” ucapnya.

Berdasarkan survei pada Oktober 2017, kelompok komunis menjadi kelompok paling tidak disukai dengan persentase 21,9 persen. Kelompok LGBT mengikuti di posisi kedua dengan 17,8 persen dan kelompok Yahudi 7,1 persen. Ketiganya diikuti kelompok Kristen (3 persen), Ateis (2,5 persen), Syiah (1,2 persen), Cina (0,7 persen), Wahabi (0,6 persen), Katolik (0,5 persen), dan Budha (0,5 persen).

Ketidaksukaan responden terhadap kelompok komunisme ini meningkat sejak 2016. Pada 2016, kelompok komunis tidak disukai dengan persentase 16,7 persen, di bawah kelompok LGBT dengan persentase 26,1 persen.

Menurut Yenny, hasil survei ini penting karena menjadi standar mengukur intoleransi di sebuah kelompok masyarakat. Ukurannya, kata dia, makin banyak kelompok yang tidak disukai, makin tinggi intoleransi. “Standar intoleransi itu diukur apakah ketika kita punya kelompok yang tidak kita suka kita akan memberikan haknya,” tuturnya.

Yenny pun menilai perlunya mengatur ruang dialog dan komunikasi antarkelompok tersebut. Alasannya, kata dia, untuk mengukur potensi apakah kelompok-kelompok tersebut menjadi ancaman atau tidak. “Itu berdasarkan variabel nyata, bukan konsep abstrak,” katanya.






Sejak Kapan Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur Nasional?

35 hari lalu

Sejak Kapan Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur Nasional?

Pemerintah belakangan menetapkan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional. Sejak kapan hal tersebut berlaku?


Hapus Larangan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI, Andika Perkasa Dapat Pujian

31 Maret 2022

Hapus Larangan Keturunan PKI Jadi Anggota TNI, Andika Perkasa Dapat Pujian

Andika Perkasa mendapatkan pujian karena menghapus larangan keturunan PKI jadi anggota TNI.


BNPT Apresiasi Kades Lapor 30 Warganya Terpapar NII

18 Oktober 2021

BNPT Apresiasi Kades Lapor 30 Warganya Terpapar NII

BNPT menyatakan NII memang sudah dilarang, tapi belum ada regulasi yang melarang ideologi takfiri mereka.


Survei SMRC: Hanya 14 Persen Responden yang Percaya PKI Bangkit

1 Oktober 2021

Survei SMRC: Hanya 14 Persen Responden yang Percaya PKI Bangkit

Dari hasil survei itu terlihat mayoritas responden tidak percaya pada rumor kebangkitan PKI.


Asal Usul Palu dan Arit dalam Paham Komunisme

30 September 2021

Asal Usul Palu dan Arit dalam Paham Komunisme

Komunisme identik dengan simbol palu dan arit. Seperti sejarahnya


Buku-Buku yang Pernah Dirazia karena Dianggap Berbau Komunis

30 September 2021

Buku-Buku yang Pernah Dirazia karena Dianggap Berbau Komunis

Berita tentang penyitaan terhadap buku-buku berhaluan kiri, memuat paham komunisme, atau berbau PKI oleh aparat kerap terdengar.


Kata Dudung Abdurachman, Ekstrem Kanan Lebih Aktual untuk Diwaspadai

30 September 2021

Kata Dudung Abdurachman, Ekstrem Kanan Lebih Aktual untuk Diwaspadai

Dibanding isu kembalinya PKI, Dudung Abdurachman mengatakan isu ekstremisme kanan lebih aktual.


Presiden PKS Instruksikan Kadernya Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

30 September 2021

Presiden PKS Instruksikan Kadernya Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

Selain menyaksikan film G30S, Syaikhu menginstruksikan kader PKS untuk mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang hari ini.


Pangkostrad Dudung Abdurachman Tegaskan PKI Sudah Tak Ada Lagi

30 September 2021

Pangkostrad Dudung Abdurachman Tegaskan PKI Sudah Tak Ada Lagi

Kata Dudung Abdurachman, yang harus diwaspadai justru bukan hanya kemunculan paham komunisme saja, tapi juga paham ekstrem kanan.


Dua Film Ini Punya Kisah Alternatif Mengenai Tragedi 1965

29 September 2021

Dua Film Ini Punya Kisah Alternatif Mengenai Tragedi 1965

Jagal dan Senyap, dua film karya Joshua Oppenheimer ini punya cerita alternatif mengenai tragedi 1965