Nila Moeloek Kisahkan Perjalanannya ke Lokasi Gizi Buruk Asmat

Reporter

Menteri Kesehatan Nila DF Moeloek (kiri) didampingi Bupati Asmat Elisa Kambu (kedua kiri) melihat lahan yang akan dibangun rumah sakit di Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 25 Januari 2018. Kunjungan kerja Menkes ke penampungan dan RSUD Agats untuk meninjau penanganan pasien campak dan gizi buruk. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menceritakan pengalamannya mengunjungi pasien gizi buruk di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, Kamis, 25 Januari 2018. "Perjalanannya tidak mudah," kata Nila dalam diskusi di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin, 29 Januari 2018.

Nila Moeloek menuturkan butuh waktu lama mencapai lokasi para penderita gizi buruk. Dari Timika, Nila bersama Menteri Sosial Idrus Marham menaiki pesawat kecil dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Bandaranya, kata Nila, seperti warteg. "Duduk di bangku waktu menunggu Bupati Asmat datang," ucapnya.

Baca: Mensos Minta Para Menteri Bersinergi Atasi Gizi Buruk di Papua

Setelah turun dari pesawat, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan speedboat mengarungi sungai yang bermuara ke Laut Arafuru. Ukuran sungai cukup lebar dan perjalanan dengan kapal cepat memakan waktu sekitar 45 menit. Karena sungai yang lebar, Nila pun mengaku sempat khawatir ada buaya di dalamnya.

Sampai di Distrik Agats, Nila terkejut karena perjalanan masih harus dilanjutkan dengan kendaraan bermotor. Padahal, ia sempat berpikir untuk berjalan kaki saja. "Tapi jauh. Ya sudahlah, saya naik motor saja, bonceng sama Pak TNI lebih aman," ujarnya.

Nila mengamati jalanan yang dilaluinya sudah dibeton. Hanya ukuran jalan tersebut tidak cukup untuk kendaraan roda empat. Bupati Asmat, kata Nila, menyampaikan kepadanya bahwa biaya pembuatan jalan untuk satu meter persegi dengan beton lebih murah ketimbang baja. Kalau pakai beton, hanya menelan biaya sekitar Rp 24 juta per meter persegi, sedangkan baja Rp 45 juta.

Simak: Gizi Buruk dan Campak di Asmat, Jokowi Minta Solusi Menyeluruh

Dari semua rangkaian perjalanan yang dilalui, Menteri Sosial Idrus Marham menilai lokasi penderita gizi buruk merupakan daerah yang terisolasi serta butuh perjuangan ke sana. "Kami melewati rawa-rawa, rumah di atas rawa-rawa. Jangankan rumah, kantor di atas rawa. Rumah sakit juga di bawahnya (ada) rawa," kata Idrus dalam acara yang sama.

Menurut Idrus, kondisi lingkungan di lokasi gizi buruk sangat tidak sehat serta menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat setempat. Adapun faktor tidak langsung yang turut mempengaruhi adalah pola makan dan pola hidup yang nomaden.

Karena itu, Idrus menyarankan perlu ada penyelesaian terpadu dan menyeluruh. "Yang harus kami lakukan, dalam konsep Kementerian Sosial, gunakan istilah perawatan dan pembinaan lebih lanjut. Sebelum itu, kami lakukan kajian dan analisis faktor yang mempengaruhi," ujar Idrus.






Kelaparan, 5,5 Juta Warga Nigeria Butuh Bantuan

29 hari lalu

Kelaparan, 5,5 Juta Warga Nigeria Butuh Bantuan

Konflik bersenjata yang sudah berjalan 10 tahun dan kurangnya bahan makanan telah membuat 5,5 juta warga di timur laut Nigeria kelaparan.


Separuh Populasi Tigray Tak Punya Makanan

37 hari lalu

Separuh Populasi Tigray Tak Punya Makanan

beberapa lembaga nirlaba kesulitan menjangkau area pinggir Tigray karena tidak ada cukup suplai bahan bakar untuk ke sana


Risiko Bayi Prematur Alami Stunting 2-3 Kali Lipat

27 Juli 2022

Risiko Bayi Prematur Alami Stunting 2-3 Kali Lipat

Bayi yang terlahir prematur memiliki risiko 2-3 kali lipat menderita stunting. Berikut saran Kemenkes untuk menanganinya.


Hari Anak Nasional, PSI Minta Pemprov DKI Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual, Polusi Udara dan Gizi Buruk

23 Juli 2022

Hari Anak Nasional, PSI Minta Pemprov DKI Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual, Polusi Udara dan Gizi Buruk

Politikus PSI beri setumpuk PR dan tugas kepada Pemprov DKI di Hari Anak Nasional untuk melindungi anak dari kekerasan seksual dan kejahatan lainnya


Lurah Kamal Evakuasi Warganya ke RSUD Kalideres, Bukan Karena Gizi Buruk Tapi Penderita TBC

18 Juli 2022

Lurah Kamal Evakuasi Warganya ke RSUD Kalideres, Bukan Karena Gizi Buruk Tapi Penderita TBC

Lurah Kamal membawa seorang warganya ke RSUD Kalideres. Bantah bila pasien alami gizi buruk, tapi karena TBC sejak lama.


Targetkan Stunting Turun 14 Persen, Jokowi Ingatkan Kepala Daerah di NTT

24 Maret 2022

Targetkan Stunting Turun 14 Persen, Jokowi Ingatkan Kepala Daerah di NTT

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan Gubernur, Wali Kota, dan para Bupati agar target penurunan stunting 14 persen pada 2024 harus tercapai.


Jokowi Minta Calon Pengantin Harus Paham Stunting

24 Maret 2022

Jokowi Minta Calon Pengantin Harus Paham Stunting

Jokowi menargetkan intervensi terhadap gizi anak yang stunting diharapkan turun hingga 14 persen pada 2024.


Populasi Tinggi Pengaruhi Jumlah Anak Stunting

28 Februari 2022

Populasi Tinggi Pengaruhi Jumlah Anak Stunting

BKKBN menyebut besarnya populasi pengaruhi tingginya jumlah anak yang stunting. Ini yang perlu diperhatikan.


Stunting dan Obesitas Jadi Tema Hari Gizi Nasional, Ini Sebabnya

27 Januari 2022

Stunting dan Obesitas Jadi Tema Hari Gizi Nasional, Ini Sebabnya

Pemerintah mulai merencanakan pemberdayaan anak stunting dan obesitas di daerah-daerah terpencil di Indonesia.


5 Jurus Mencegah Stunting pada Anak-anak

27 Januari 2022

5 Jurus Mencegah Stunting pada Anak-anak

Salah satu dampak buruk stunting pada anak adalah tubuh yang lebih kerdil dibanding anak seusianya.