Tuntunan Salat Khusuf dan Seruan Menteri Agama Soal Gerhana Bulan

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerhana bulan. financialexpress.com

    Gerhana bulan. financialexpress.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama mengajak umat Islam melaksanakan salat khusuf pada saat gerhana bulan pada Rabu, 31 Januari 2018. Imbauan ini ditujukan kepada umat Islam dan Kantor Wilayah Kementerian Agama di seluruh Tanah Air. Menurut Direktur Jenderal Bimas Islam Muhammadiyah Amin, hampir semua daerah di Indonesia dapat mengamati fenomena alam ini. Berdasarkan data astronomi, gerhana bulan total ini bertepatan dengan 14 Jumadil Ula 1439 Hijriah. 

    Awal gerhana bulan total yang juga disebut supermoon diperkirakan mulai pukul 18.48 WIB, 19.48 WITA, atau 20.48 WIT. "Puncak gerhana bulan akan terjadi pada pukul 20.29 WIB dan akhir gerhana bulan total pada pukul 22.11 WIB," kata Amin seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

    Baca: Cara Muhammadiyah dan NU Menyambut Gerhana Bulan 2018

    Amin menjelaskan, Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama telah menerbitkan seruan kepada jajaran kementerian dan masyarakat khususnya umat Islam untuk melaksanakan salat sunah gerhana di wilayah masing-masing. "Pelaksanaan salat gerhana disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah," kata Amin.

    Sebagaimana dikutip dari Antara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Ahmad Supardi Hasibuan,  mengaku sudah menginstruksikan kepada Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Kepala Bidang Bimas Islam, Pembimbing Syariah, Kepala Kemenag Kabupaten dan Kota serta Kepala Kantor Urusan Agama di setiap kecamatan untuk melaksanakan salat gerhana di wilayah masing-masing.

    "Tata cara salat gerhana bulan adalah berniat di dalam hati, takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat biasa, membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang seperti surat Al Baqarah sambil dijaharkan atau dikeraskan suaranya, bukan lirih," kata Ahmad Supardi.

    Baca: Lapan Bandung Gelar Nonton Gerhana Bulan Total 2018 Gratis

    Begitu pula dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Selatan, H.M. Al Fajri Zabidi. Menurut dia, salat sumah khusuf penting dilaksanakan sebagai bentuk pengakuan bahwa fenomena alam ini merupakan ciptaan Allah SWT. Fajri minta seluruh jajaran Kementerian Agama Sumatera Selatan melaporkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain melaksanakan salat sunat juga memperbanyak berdoa dan berzikir, semakin baik.”

    Berikut ini tata cara salat sunah khusuf 2 rakaat seperti dikutip dari laman Kementerian Agama RI.

    1. Berniat di dalam hati
    2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sambil mengangkat kedua tangan sebagaimana
        salat biasa
    3. Membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca surat Al Fatihah
        dilanjutkan membaca surat yang panjang sambil dikeraskan suaranya, bukan lirih.
    4. Ruku
    5. Bangkit atau berdiri dari ruku (itidal)
    6. Setelah itidal ini tidak langsung sujud, tapi dilanjutkan dengan membaca surat Al
        Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang
        pertama.
    7. Ruku kembali (ruku kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku' sebelumnya.
    8. Bangkit dari ruku (itidal).
    9. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku, lalu duduk di antara dua sujud kemudian
        sujud kembali.
    10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama,
          hanya bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
    11. Salam.

    Gerhana bulan total 2018 ini hampir dapat dilihat di seluruh kawasan Indonesia. Beberapa daerah sudah menyiapkan fasilitas untuk melihat fenomena alam ini. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung mengadakan acara menyaksikan  gerhana bulan pada Rabu malam, 31 Januari 2018 untuk publik dan gratis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.