TNI Segera Distribusikan 13 Ton Makanan dan Obat di Papua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu memberikan susu kepada anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 27 Januari 2018. Sebanyak 7 pasien penderita campak, gizi buruk 73 pasien, gizi buruk plus campak 2 pasien dan gizi kurang 6 pasien dirawat di RS ini. ANTARA

    Seorang ibu memberikan susu kepada anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 27 Januari 2018. Sebanyak 7 pasien penderita campak, gizi buruk 73 pasien, gizi buruk plus campak 2 pasien dan gizi kurang 6 pasien dirawat di RS ini. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 13 ton bantuan makanan dan obat-obatan dari TNI sudah sampai di Papua. Bantuan itu akan segera didistribusikan ke beberapa wilayah. “Vaksin diperkirakan cukup untuk dua minggu ke depan. Begitu juga makanan,” ucap Komandan Satuan Tugas Kesehatan Brigadir Jenderal Asep Setia Gunawan dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 28 Januari 2018.

    Asep memberangkatkan Satuan Tugas Kesehatan kedua untuk menanggulangi kejadian luar biasa campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat yang ditetapkan Presiden Joko Widodo. Satuan Tugas Kesehatan yang kedua ini terdiri atas personel Pusat Kesehatan TNI sebanyak 55 orang, Kementerian Kesehatan (40), dinas kesehatan setempat (20), Babinsa (93), dan Polri (10).

    Baca: 
    Warga Kampung Pedam, Papua, Meninggal Bukan karena Gizi Buruk
    Respons Pemerintah RI atas Wabah Campak di Papua Dikritik

    Tim itu akan melaksanakan tugas selama lima hari untuk mengidentifikasi serta memberikan bantuan pengobatan dan evakuasi pasien menuju Rumah Sakit Umum Daerah Agats. “Yang akan dijangkau adalah kampung-kampung dan desa yang belum terjangkau oleh tim yang pertama.” Di Asmat, ada 224 kampung yang belum terjangkau. Hingga kini, baru 24 kampung yang sudah terjangkau tim pertama.

    Target utama tim kedua ini adalah mencari pasien yang terkena campak dan dampak gizi buruk. Namun, apabila ditemukan penyakit lain yang dikhawatirkan, seperti difteri, disentri, dan malaria, petugas akan mendata dan memberikan penanganan medis.

    Baca juga: 
    Jokowi Minta Pemda Asmat Perhatikan Masalah Gizi Buruk...

    Jokowi mengumpulkan para kepala daerah di Provinsi Papua dan sejumlah menteri terkait untuk membahas soal wabah campak dan gizi buruk yang melanda Kabupaten Asmat dan Nduga. Sebagian dari 90-an penduduk yang mengalami gizi buruk dan campak meninggal dunia akibat tidak mendapatkan layanan kesehatan di Kabupaten Asmat.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengirimkan 206 personel ke Provinsi Papua. Mereka ditugasi memberikan bantuan logistik berupa obat-obatan dan makanan serta layanan kesehatan untuk masyarakat di titik rawan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.