Saat Diverifikasi KPU, Osman Sapta Odang Klaim Hanura Satu Suara

Oesman Sapta Mengajak Broker Jaga Pancasila

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Partai Hati Nurani Rakyat memenuhi syarat dalam verifikasi faktual meski kepengurusan Partai Hanura sempat terpecah. Saat menjalani verifikasi faktual, politikus Hanura, Oesman Sapta Odang atau Oso, yang menemui tim KPU menyatakan partainya sudah satu suara.

Komisioner KPU, Hasyim Asyari, mengatakan KPU berpatokan pada surat keputusan (SK) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Oso sendiri mengaku partainya sudah satu suara dan sudah disahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

“Jadi SK Kemenkumham itu sangat penting. Karena itu, KPU menyatakan hanya memverifikasi yang disahkan Kemenkumham. Lagi pula, kami sudah satu suara, tidak ada kubu-kubu," ucap Oso di DPP Partai Hanura, The City Tower, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Januari 2018.

Baca: Kisruh Hanura, Oso Sindir Sarifuddin Sudding Soal Dukungan DPD

Menurut Oso, apabila ada kubu lain dalam Partai Hanura, kepengurusan itu ilegal. Sebab, ujar Oso, sudah ada kesepakatan di antara kader-kader bahwa Hanura di bawah kepemimpinannya. "Sudah satu suara. Yang di luar suara itu ilegal," tutur Oesman Sapta Odang.

KPU telah menetapkan metode verifikasi faktual partai politik dengan metode sampling dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah 2018. KPU tidak memverifikasi ke lapangan, melainkan hanya mendatangi kantor wilayah partai politik karena sampel sudah disediakan partai politik.

Baca: Verifikasi Faktual Partai Hanura, KPU Merujuk SK Kemenkumham

Metode tersebut dilakukan sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017 yang mensyaratkan dilakukannya verifikasi terhadap semua partai politik calon peserta Pemilu 2019. Pasca-putusan MK tersebut, KPU berkonsultasi dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat. Hasilnya, KPU dan DPR bersepakat verifikasi dilaksanakan di kantor wilayah parpol dan anggota parpol wajib hadir.

RIANI SANUSI PUTRI






Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

5 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?


Hanura Belum Tentukan Sikap Soal Capres 2024, OSO: Nanti Desember 2022

11 hari lalu

Hanura Belum Tentukan Sikap Soal Capres 2024, OSO: Nanti Desember 2022

Partai Hanura sampai saat ini belum menentukan sikap soal calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. OSO sebut situasi politik membingungkan.


Pasang Target Tinggi di Pemilu 2024, Partai Republiku: Harus Yakin Pecah Rekor

52 hari lalu

Pasang Target Tinggi di Pemilu 2024, Partai Republiku: Harus Yakin Pecah Rekor

Partai Republiku tak tanggung-tanggung memasang target lolos parlemen dan meraih suara di atas 30 persen di Pemilu 2024.


Dugaan Penipuan, Ketua DPD Hanura Jakarta Dilaporkan ke Polisi

10 Mei 2022

Dugaan Penipuan, Ketua DPD Hanura Jakarta Dilaporkan ke Polisi

Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Jims Charles Kawengian dilaporkan ke Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan


Hari ini Wiranto 75 Tahun: Perjalanan Militer, Politik dan Kasus Penusukan

4 April 2022

Hari ini Wiranto 75 Tahun: Perjalanan Militer, Politik dan Kasus Penusukan

Wiranto merupakan salah satu tokoh militer dan politikus yang memberi warna Indonesia. Penusukan Wiranto di Labuan Banten menggegerkan negeri ini.


7 Partai Nonparlemen Bentuk Koalisi, Klaim Punya Suara Terbanyak Setelah PDIP

24 Februari 2022

7 Partai Nonparlemen Bentuk Koalisi, Klaim Punya Suara Terbanyak Setelah PDIP

Sekertaris Jenderal PBB Afriansyah Noor mengatakan, koalisi tujuh partai nonparlemen ini sedang menyiapkan nama.


Karier Politik Gede Pasek Suardika: Demokrat, Hanura, kini PKN

31 Oktober 2021

Karier Politik Gede Pasek Suardika: Demokrat, Hanura, kini PKN

Politikus I Gede Pasek Suardika hengkang dari Partai Hanura dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)


Gede Pasek Jelaskan Misinya Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

30 Oktober 2021

Gede Pasek Jelaskan Misinya Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

Gede Pasek mengatakan gagasan yang akan diperjuangkan di Partai Kebangkitan Nusantara adalah penguatan wawasan nusantara dalam pemerintahan.


Keluar dari Hanura, Gede Pasek Suardika Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

30 Oktober 2021

Keluar dari Hanura, Gede Pasek Suardika Jadi Ketum Partai Kebangkitan Nusantara

Gede Pasek Suardika Ada tantangan baru dan sekaligus juga agar ide dan program politik yang diperjuangkan bisa berjalan dengan maksimal


Gede Pasek Suardika Melepas Jabatan Sekjen Partai Hanura

28 Oktober 2021

Gede Pasek Suardika Melepas Jabatan Sekjen Partai Hanura

Gede Pasek Suardika memutuskan mundur sebagai Sekjen Partai Hanura. Ia mengaku membutuhkan tempat pengabdian baru.