KSAL Ade Supandi Ungkap Sederet Tugas Calon Penggantinya

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi saat pelaksanaan upacara likudasi Satrol Koarmada dan Satkamla Lantamal, pembentukan Spotmar Kotama serta pembentukan Spotmar Lantamal di Tanjung Priok, Jakarta, 22 Januari 2018. Kehadiran Lantamal juga diharapkan mampu menhgamankan wilayah perairan dari Ilegal Fishing, Ilegang Minnning, Ilegal Logging, Drugs Trafficking dan People Smuggling. TEMPO/Ilham Fikri

TEMPO.CO, JakartaKepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi merencanakan serah terima jabatannya pada Mei 2018. Mantan Kepala Staf Umum TNI itu akan memasuki masa pensiun pada Januari 2019. Sebelum menyerahkan jabatannya, Ade telah memberikan gambaran sederetan pekerjaan yang akan menjadi tugas calon penggantinya.
Dia menunjukkan sederetan tugas tersebut kepada lima laksamana madya calon penggantinya dalam Rapat Pimpinan TNI AL 2018 di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat, 26 Januari 2018. 

Kelima laksamana madya itu mendampingi Ade dalam rapim tersebut untuk mendengarkan pemaparan permasalahan TNI AL sepanjang 2017. Kelimanya adalah Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Keamanan Laut Laksamana Madya TNI Arie Soedewo, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Letnan jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono, dan Komandan Jenderal Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji.

Baca juga: KSAL Ade Supandi Pamer 5 Calon Penggantinya

Ade mengatakan tugas pertama calon penggantinya adalah menguatkan alutsista TNI matra laut tersebut. Dia menyebut saat ini kekuatan pokok minimum TNI AL baru mencapai 35 hingga 40 persen. Menurut Ade, penguatan alutsista itu akan menjadi salah satu tugas menantang bagi penggantinya. Sebab, anggaran TNI AL tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya akibat pemangkasan anggaran pertahanan oleh pemerintah.
“(KSAL yang baru) harus melaksanakan efisiensi dan prioritas yang lebih ketat untuk mengefektifkan dengan baik semua anggaran dari negara untuk pembinaan kekuatan AL,” ucap Ade seusai Rapim TNI AL 2018.

Ade juga memaparkan permasalahan sejumlah wilayah di laut Indonesia. Salah satunya eskalasi konflik di Laut Cina Selatan dan Laut Sulu. Dia meminta calon penggantinya memperhatikan wilayah-wilayah rawan itu untuk mencegah perselisihan terbuka antarmiliter dari negara-negara yang bersengketa. Ditambah lagi, kata Ade, banyak permasalahan perbatasan laut antarnegara yang belum selesai, seperti perbatasan dengan Malaysia dan Timor Leste.
“Itu menyisakan pekerjaan yang harus menjadi bagian kebijakan para penerus saya nanti,” katanya.

Selain itu, Ade menekankan pentingnya pembinaan personel TNI AL. Mantan Kasum TNI itu meminta peningkatan sistem pendidikan para perwiranya. Salah satunya kesempatan mengemban pendidikan di luar negeri.

Baca juga: TNI AL Tanda Tangani Kontrak Senilai Rp 813 Miliar

“Karena banyak persoalan militer yang tidak bisa diselesaikan dengan ilmu militer. Artinya, harus ada kemampuan akademik,” ucap Ade. Terakhir, Ade Supandi juga mengingatkan calon penerusnya untuk mengawasi ketat sejumlah pelanggaran oleh para anggotanya. Pelanggaran itu terkait dengan penggunaan dan pengedaran narkoba. Ade juga menekankan pentingnya pengawasan untuk mencegah praktik korupsi berupa gratifikasi dan tindak pidana korupsi lainnya.






Pendaftaran Bintara PK TNI AL Hingga 11 Agustus, Cek Persyaratannya di Sini

27 Juli 2022

Pendaftaran Bintara PK TNI AL Hingga 11 Agustus, Cek Persyaratannya di Sini

Pendaftaran Bintara PK TNI AL dibuka hingga 11 Agustus secara online. Cek syaratnya di sini.


Pendaftaran Taruna Akademi Angkatan Laut Dibuka 25 April, Ini Cara Mendaftarnya

13 April 2022

Pendaftaran Taruna Akademi Angkatan Laut Dibuka 25 April, Ini Cara Mendaftarnya

Pendaftaran Taruna Akademi Angkatan Laut dibuka mulai 25 April hingga 27 Mei 2022. Siswa berijazah SMA dapat mendaftar dengan ketentuan nilai berikut.


Perwira TNI AL Ikut Sembalun Seven Summit: 7 Puncak dalam 5 Hari, Target 3 Hari

6 Juni 2021

Perwira TNI AL Ikut Sembalun Seven Summit: 7 Puncak dalam 5 Hari, Target 3 Hari

Seorang perwira TNI AL, Letnan Kolonel Laut (T) Andry Kuswoyo berhasil menjalani Sembalun Seven Summit dalam lima hari.


Modus Operandi Pembajakan Kapal di Selat Singapura

17 Juli 2020

Modus Operandi Pembajakan Kapal di Selat Singapura

Modus operandi pembajakan kapal di Selat Singapura di antaranya target pembajak biasanya kapal tanker curah.


TNI AL Gelar Simulasi Penanggulangan Terorisme di Manado

19 Juli 2018

TNI AL Gelar Simulasi Penanggulangan Terorisme di Manado

TNI AL menggelar simulasi penanggulangan terorisme di kawasan Megamas Pantai Manado sebagai latihan kesiapsiagaan Koarmada II tahun anggaran 2018.


Diserang Fahri Hamzah, Susi Pudjiastuti: Masak Sampah Urusan AL

17 Juli 2018

Diserang Fahri Hamzah, Susi Pudjiastuti: Masak Sampah Urusan AL

Susi Pudjiastuti menanggapi serangan Fahri Hamzah melalui cuitannya di Twitter.


Tak Kunjung Menemukan, Pencarian Buaya di Kali Grogol Dihentikan

30 Juni 2018

Tak Kunjung Menemukan, Pencarian Buaya di Kali Grogol Dihentikan

Setelah berjalan empat hari, pencarian buaya di Kali Grogol, Jakarta Barat, dihentikan pada Sabtu, 30 Juni 2018. Buaya itu kemungkinan telah pergi.


Pencarian Buaya Pondok Dayung Resmi Dihentikan, Alasannya?

28 Juni 2018

Pencarian Buaya Pondok Dayung Resmi Dihentikan, Alasannya?

Pencarian buaya muara sepanjang 2,5 meter yang terlihat di perairan Pondok Dayung, Tanjung Priok, resmi dihentikan pada Ahad, 24 Juni 2018.


Ini Alasan Buaya Muara Tak Mungkin Bersarang di Pondok Dayung

20 Juni 2018

Ini Alasan Buaya Muara Tak Mungkin Bersarang di Pondok Dayung

Peneliti buaya LIPI memastikan reptil yang terlihat di Pondok Dayung tidak bersarang atau tinggal di perairan itu.


Buaya di Pondok Dayung, Pengunjung Pantai Ancol Bilang Bismillah

18 Juni 2018

Buaya di Pondok Dayung, Pengunjung Pantai Ancol Bilang Bismillah

Pengunjung pantai Ancol tidak takut soal kemunculan buaya Jakarta di Pondok Dayung.