Berbondong-bondong Tukang Becak asal Cirebon Bergerak ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat menggunakan transportasi becak di Cilincing, Jakarta Utara, 17 Januari 2018. Becak masih dapat ditemui di antaranya di Tanah Pasir, Pejagalan, Muara Baru, Semper, Kali Baru, dan Tanjung Priuk. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Masyarakat menggunakan transportasi becak di Cilincing, Jakarta Utara, 17 Januari 2018. Becak masih dapat ditemui di antaranya di Tanah Pasir, Pejagalan, Muara Baru, Semper, Kali Baru, dan Tanjung Priuk. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Cirebon - Membawa mimpi bakal mendapatkan penghasilan yang lebih baik di Jakarta, tukang becak asal Cirebon memutuskan berangkat ke Jakarta. Kirno, salah satu tukang becak asal Kota Cirebon, memutuskan hijrah ke Jakarta setelah adanya wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membuka rute khusus untuk becak di Jakarta.

    Bersama rekan-rekannya sesama tukang becak di tempat asalnya, Kirno menyewa truk untuk mengangkut kendaraan roda tiga miliknya ke Jakarta. "Becak saya sudah berangkat semalam (Kamis malam)," kata Kirno saat ditemui di daerah Pancuran, Kota Cirebon, Jumat, 26 Januari 2018.

    Baca: Soal Becak, Kenapa Anies Baswedan Tuduh Banyak yang Belum Move On

    Setelah becak-becak itu dikirim, Kirno dan teman-temannya akan menyusul berangkat ke Jakarta malam ini menggunakan bus. "Katanya berhenti di Cakung," ucapnya.

    Kirno memutuskan berangkat ke Jakarta bersama becaknya setelah mendapat tawaran dari temannya yang masih menjadi tukang becak di Jakarta. "Teman saya bilang sekarang gubernur baru, jadi becak dibolehkan di Jakarta," katanya.

    Keinginannya untuk memperbaiki nasib semakin kuat. Lantaran, penghasilannya dari mengayuh becak di tempat asalnya tidak lagi menjanjikan. “Sekarang dapat Rp 10 ribu saja susah,” ungkap Kirno.

    Samijan menuturkan, pendapatannya sebagai tukang becak di tempat asalnya menurun drastis sejak maraknya ojek online. Dulu, sebelum ada ojek online, dia menuturkan, bisa membawa pulang Rp 20 ribu ke rumah setelah dipotong untuk setoran ke majikannya.

    Baca: Cerita Optimis dan Pesimis Abang Becak Atas Niat Anies Baswedan

    Sekarang, kata dia, hanya bisa membawa pulang uang Rp 7 ribu setelah dipotong makan di luar. Untuk menyiasati kondisi itu, dia pun membawa bekal makanan dari rumah. "Sudah beberapa minggu bawa bekal dari rumah, biar hemat," ujarnya.

    Kondisi sulit mencari pendapatan membuat Samijan tertarik saat ditawari menjadi tukang becak di Jakarta oleh temannya. "Bukan kami saja, tukang becak lain di Kabupaten Cirebon juga ada yang ikut," katanya.

    Samijan akan berangkat ke Jakarta bersama dengan Kirno malam ini. Tak hanya berdua, para tukang becak asal Kota Cirebon itu berkumpul di daerah sekitar Pasar Pasalaran, Kabupaten Cirebon. "Kami semua berangkat nanti malam," kata Samijan.

    Samijan dan Kirno mengaku berangkat dengan biaya sendiri, tidak ada dana dari pengepul atau sponsor. Namun, saat ditanya alasan mereka menyewa kendaraan untuk mengangkut becak, mereka menolak menjelaskan detail.

    Anies Baswedan berencana membuka rute khusus becak di Jakarta. Alasannya alat transportasi roda tiga itu dapat dijadikan transportasi lingkungan. "Kami akan segerakan," kata Anies Baswedan dalam peresmian Community Action Planning (CAP) di Waduk Pluit Jakarta Utara, pada Minggu siang, 14 Januari 2018, hasil kerjasama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Namun, rencana Anies untuk melegalkan becak tersebut masih banyak mendapatkan kritik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.