Polisi Telusuri Akun Pemohon Paspor Fiktif

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengisi formulir untuk pembuatan Paspor pada festival Imigrasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, 21 Januari 2018. Acara yang diadakan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham membuka pelayanan paspor simpatik diantaranya permohonan paspor baru,paspor elektronik dan penggantian dari paspor biasa ke elektronik ataupun sebaliknya. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Warga mengisi formulir untuk pembuatan Paspor pada festival Imigrasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, 21 Januari 2018. Acara yang diadakan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham membuka pelayanan paspor simpatik diantaranya permohonan paspor baru,paspor elektronik dan penggantian dari paspor biasa ke elektronik ataupun sebaliknya. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Mabes Polri tengah menyelidiki kasus dugaan adanya ribuan pemohon paspor fiktif, Kasus tersebut diketahui memenuhi basis data sistem antrean paspor online Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

    "Masih dalam penyelidikan," kata Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Asep Syafruddin, saat dihubungi, Kamis, 25 Januari 2018.

    Baca: Menteri Yasonna: Pelaku Pemohon Paspor Fiktif Terindikasi Calo

    Menurut dia, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk staf imigrasi bagian teknologi informasi (TI). Pihaknya juga tengah mencari tahu penyebab pemakaian satu alamat email, yang bisa digunakan mendaftarkan puluhan hingga ribuan orang.

    "Padahal sesuai aturan, satu email itu, hanya bisa untuk mendaftarkan lima sampai enam orang," ujarnya.

    Sistem aplikasi antrean online paspor Ditjen Imigrasi sempat terganggu akibat adanya pendaftaran 72 ribu akun yang belakangan diketahui ternyata fiktif. Puluhan ribu akun fiktif ini, mengganggu para pemohon akun paspor lain, karena mereka tidak bisa mendaftar akibat basis data sudah penuh.

    Baca: Dugaan Polisi Soal Modus Permohonan Paspor Fiktif Oleh Calo

    Kepala Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan terkait dengan serangan ribuan akun fiktif, yang memenuhi basis data pendaftaran paspor online tersebut ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. "Sudah ada surat yang ditujukan ke Unit Siber Bareskrim Polri sebagai bahan laporan," kata ucapnya.

    Tak hanya itu, pihak Imigrasi juga berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Tujuannya menelusuri pelaku yang membuat akun fiktif tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.