Dapat Gelar Honoris Causa, Wapres JK Pidato Soal Penyebab Konflik

Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato usai menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, 25 Januari 2018. Tim Media Setwapres

TEMPO.CO, Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat anugerah gelar doktor kehormatan di bidang sosiologi agama dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 25 Januari 2018. Pria yang kerap disapa JK ini dianggap berjasa dalam membawa perdamaian karena mampu menyelesaikan konflik di Aceh, Poso, dan Ambon.

Dalam pidatonya, JK menyinggung sejumlah faktor penyebab terjadinya konflik berdasarkan pengalamannya menangani konflik dalam negeri. "Faktor-faktor penyebab konflik, kekerasan dan perang berkombinasi satu sama lain membuat terganggunya perdamaian dan harmoni dalam negara atau daerah tertentu," kata JK.

Baca: Atur Soal Speaker Masjid, Jusuf Kalla Dapat Doktor Honoris Causa?

Gangguan terhadap perdamaian di Indonesia, kata JK, bisa muncul karena perkembangan global. Berbagai gagasan dan gerakan radikal bersifat transnasional dengan cepat dan luas menyebar di Indonesia, sehingga menimbulkan ketegangan, konflik dan kekerasan di Tanah Air. "Tidak jarang paham dan gerakan transnasional itu bersifat dan bertujuan politik, membentuk negara semacam daulah Islamiyah atau khilafah, atas dasar konsep keagamaan mereka sendiri," kata dia.

Faktor lainnya, JK menyebutkan, konflik politik dan ekonomi di antara negara merupakan sumber konflik yang menimbulkan gangguan terhadap perdamaian dan kedamaian. Dominasi dan hegemoni suatu negara, seperti aliansi dan koalisi negara-negara terhadap negara lain, dapat menimbulkan ketegangan, konflik dan bahkan perang.

Selain itu, kata JK, hubungan internasional yang tidak adil tercermin dalam lembaga-lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa, menjadi sumber ketegangan dan konflik yang mengganggu perdamaian dan harmoni masyarakat global. "Dominasi negara-negara tertentu dalam lembaga-lembaga internasional semacam PBB dengan mengorbankan bangsa atau negara lain, seperti Palestina, menimbulkan ketegangan dan konflik di tingkat internasional yang kemudian mengimbas
ke negara tertentu," ujarnya.

Baca: Jusuf Kalla Jadi Saksi Nikah Gubernur Kalimantan Tengah

Di sisi lain, JK mengatakan faktor agama sering datang belakangan dijadikan justifikasi atas konflik dan kekerasan yang telah terjadi sebelumnya. Padahal, menurut dia, zaman sekarang, hampir tidak ada konflik yang murni bersumber dari agama.

Menurut Jusuf Kalla, Indonesia sebagai negara heterogen dalam berbagai aspek kehidupan memang mengandung banyak potensi kerawanan terjadinya konflik, bahkan jauh lebih besar ketimbang negara yang homogen dalam kehidupan para warganya. "Karena itulah kemajemukan dan kebhinnekaan Indonesia harus disikapi secara arif dan bijaksana," kata JK.






5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

2 jam lalu

5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

Hari ini, 4 Oktober 2004 diumumkan kemenangan SBY - JK sebagai presiden dan wapres periode 2004 - 2009. Berikut beberapa fakta menariknya.


HUT Sumbar ke-77, Jusuf Kalla: Berpikir Seperti Orang Minang, Bekerja seperti Orang Jawa

18 jam lalu

HUT Sumbar ke-77, Jusuf Kalla: Berpikir Seperti Orang Minang, Bekerja seperti Orang Jawa

HUT Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ke-77 dihadiri Jusuf Kalla. "Orang Minang selalu pakai otak bukan otot," katanya.


Jelaskan Proyek IKN Akan Bermasalah, Jusuf Kalla: Belum Ada Komitmen Investor Luar

12 hari lalu

Jelaskan Proyek IKN Akan Bermasalah, Jusuf Kalla: Belum Ada Komitmen Investor Luar

Jusuf Kalla (JK) menyebut pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke depan akan bermasalah.


Sejarah Hari Ini, 20 September 2004 Pilpres Putaran Kedua SBY Kalahkan Megawati

13 hari lalu

Sejarah Hari Ini, 20 September 2004 Pilpres Putaran Kedua SBY Kalahkan Megawati

Hari ini, 20 September 2004 merupakan Pilpres 2004 putaran kedua. SBY - Jusuf Kalla dapat suara terbanyak dibandingkan Megawati - Hasyim Muzadi.


Tempat Hiburan Malam Berkedok Restoran dan Anies Jumpa 3 Ketua Umum Partai Jadi Top 3 Metro

14 hari lalu

Tempat Hiburan Malam Berkedok Restoran dan Anies Jumpa 3 Ketua Umum Partai Jadi Top 3 Metro

Tempat hiburan malam berkedok restoran di Bekasi dan Anies Baswedan jumpa 3 ketua umum partai dan Jusuf Kalla jadi Top 3 Metro


Mensesneg dan Jusuf Kalla Sambut Kedatangan Jenazah Azyumardi Azra

14 hari lalu

Mensesneg dan Jusuf Kalla Sambut Kedatangan Jenazah Azyumardi Azra

Pratikno dan Jusuf Kalla menyambut kedatangan jenazah Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin malam


Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

14 hari lalu

Jumpa AHY, Surya Paloh, Jusuf Kalla, dan Ahmad Syaikhu, Anies Baswedan: Ngobrol Ngalor-ngidul

Anies Baswedan membahas beragam isu termasuk soal politik saat bertemu tiga ketua umum partai politik.


Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

14 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Tak Sengaja Jumpa Ahok, Tanya Kabar Keluarga dan Cerita Lain

Anies Baswedan menyebut tak sengaja bertemu dengan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hotel yang sama.


Anies Baswedan Diskusi dengan Jenggala Center, Pakar: Matangkan Langkah Pilpres 2024

15 hari lalu

Anies Baswedan Diskusi dengan Jenggala Center, Pakar: Matangkan Langkah Pilpres 2024

Pengamat politik menilai JK bakal mendahulukan Anies Baswedan untuk dipersiapkan menjadi calon presiden. meski Partai Golkar mengusung Airlangga.


Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan: Biarkan Partai Bentuk Koalisi

16 hari lalu

Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan: Biarkan Partai Bentuk Koalisi

"Kalau ada yang mengusung, kami lihat. Kami tunggu nanti," kata Anies Baswedan ihwal kesiapannya maju di Pilpres 2024