Panglima TNI Tugaskan 206 Personel Kesehatan ke Papua

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah ibu dan anak-anak penderita gizi buruk bersiap naik speedboat untuk dievakuasi dari Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, Papua, 24 Januari 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    Sejumlah ibu dan anak-anak penderita gizi buruk bersiap naik speedboat untuk dievakuasi dari Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat, Papua, 24 Januari 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto melepas 206 personel, yang tergabung dalam Satuan Tugas Kesehatan, ke Provinsi Papua. Mereka ditugaskan memberikan bantuan kesehatan serta logistik berupa obat-obatan dan makanan untuk masyarakat di titik rawan.

    “Ini tindak lanjut dari kejadian luar biasa yang terjadi di sana,” kata Panglima TNI saat memberikan arahan ketika melepas satgas itu di Landasan Udara TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 25 Januari 2018. Satgas Kesehatan itu akan berada di Papua selama sembilan bulan.

    Baca:
    Distribusi Bantuan Kesehatan untuk Papua Terkendala Transportasi
    Atasi Kesehatan di Asmat, Jokowi: Infrastruktur ...

    Korban gizi buruk di Kabupaten Asmat mencapai 90 jiwa. Dari jumlah itu, 69 di antaranya meninggal. Sebanyak 65 jiwa juga terkena campak, bahkan empat di antaranya juga mengalami gizi buruk. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumpulkan para kepala daerah di Provinsi Papua dan sejumlah menteri terkait untuk membahas soal wabah campak dan gizi buruk, yang melanda Kabupaten Asmat dan Nduga, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa malam, 23 Januari 2018.

    Menteri Sosial Idrus Marham yang hadir dalam pertemuan itu menjelaskan, Presiden menemukan ada banyak faktor yang mempengaruhi berbagai permasalahan di sana. "Karena itu, arahan Pak Presiden agar menyelesaikan masalah ini perlu dilakukan pendekatan secara terpadu dan menyeluruh, tidak bisa sendiri-sendiri," ujarnya.

    Pengiriman Satgas Kesehatan, menurut Hadi, merupakan bagian dari operasi militer, bukan untuk perang di Papua dan bukan untuk pencitraan. "Saya perintahkan untuk secara peka memperhatikan adat istiadat, lakukan adaptasi dengan cepat," ujar Panglima dalam arahannya.

    Baca juga: Cegah Gizi Buruk Terulang, Pemprov Papua ...

    Panglima TNI juga meminta Satuan Tugas Kesehatan memperhatikan faktor kerawanan di Papua. “Jangan sampai kita menimbulkan masalah baru," ucapnya.

    Komandan Satgas Kesehatan TNI KLB Asmat Brigadir Jenderal Asep Setia Gunawan mengatakan, sebelum pemberangkatan 206 personel kesehatan itu, delapan Tim Satgas Terpadu sudah melakukan pemeriksaan kesehatan di 117 kampung dari 19 distrik di Kabupaten Asmat sejak pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.