Distribusi Bantuan Kesehatan untuk Papua Terkendala Transportasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggendong anaknya saat menjalani perawatan karena gizi buruk, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 22 Januari 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat melaporkan serangan campak dan gizi buruk telah merenggut sekitar 61 jiwa dalam 4 bulan terakhir. ANTARA

    Warga menggendong anaknya saat menjalani perawatan karena gizi buruk, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats, Kabupaten Asmat, Papua, 22 Januari 2018. Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat melaporkan serangan campak dan gizi buruk telah merenggut sekitar 61 jiwa dalam 4 bulan terakhir. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal Ben Rimba mengatakan transportasi merupakan salah satu kendala dalam distribusi bantuan ke Papua. Hal tersebut membuat bantuan membutuhkan waktu lama untuk sampai ke lokasi.

    "Kendala utama yaitu transportasi dan akses," kata Ben seusai pelepasan satuan tugas kesehatan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis, 25 Januari 2018.

    Baca: Cegah Gizi Buruk Terulang, Pemprov Papua Harus Rehab Permukiman

    Ben menuturkan pendistribusian logistik, seperti obat-obatan dan makanan, serta personel dan dokter berjalan dengan lancar dari Jakarta sampai Timika. Namun, kata dia, distribusi untuk ke setiap lokasi membutuhkan pesawat kecil dan kapal. "Jadi daya angkutnya terbatas sekali," ujarnya.

    Selain transportasi, masalah komunikasi menjadi kendala di sana. Ben berujar sudah mengirim tim selama satu minggu ke sana dan belum mendapatkan laporan. Karena itu, ia menyediakan helikopter untuk merespons dengan cepat jika ada kejadian tertentu. "Ada tiga helikopter di satgas (satuan tugas) ini, di mana kalau ada kejadian, kita bisa berangkatkan," ucapnya.

    Baca: Banyak Gunung, Papua Tambah Sistem Navigasi Penerbangan Canggih

    Ben juga mengatakan ada kemungkinan untuk merelokasi warga di sana. Namun kendala adat dan budaya menjadi pertimbangan. "Presiden mengusulkan minggu lalu, tim sedang bekerja," tuturnya.

    Berdasarkan catatan yang dimiliki Pusat Kesehatan TNI, jumlah anak yang meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk sejak September 2017 hingga 24 Januari 2018 tercatat berjumlah 70 orang. Dari 70 korban meninggal itu, 65 anak meninggal akibat gizi buruk, 4 anak karena campak, dan 1 orang karena tetanus.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberangkatkan 206 personel TNI ke Papua. Para personel tersebut akan berada di Papua selama sembilan bulan. Mereka ditugaskan memberikan bantuan kesehatan serta logistik berupa obat-obatan dan makanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.