Panglima TNI Hadi Tjahjanto Sebut Tak Ada Embargo Militer Amerika

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelum Rapim TNI - Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 23 Januari 2018. Tempo/Zara Amelia

    (Ki-ka) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelum Rapim TNI - Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, 23 Januari 2018. Tempo/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta- Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan tidak ada embargo Amerika terhadap Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat. "Enggak ada embargo," kata dia usai menutup Rapat Pimpinan di Mabes TNI, Cilangkap pada Rabu, 24 Januari 2018.

    Hadi mengatakan dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis, mereka membahas dibukakannya akses latihan militer bersama antar pasukan khusus Indonesia dan Amerika. "Agar bisa latihan bersama Kopassus," ujar dia.

    Baca: Pengamat: Amerika Rugi Embargo Kopassus

    Menteri Pertahanan Ryamirzard Ryacudu sebelumnya bertemu dengan James Mattis untuk membahas embargo yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kopassus. Dia meminta Mattis untuk mencabut sanksi itu.

    Dampak dari diembargonya anggota Kopassus oleh Amerika Serikat, mereka tidak dapat memasuki negara tersebut. "Kan dulu ada sanksi Kopassus enggak boleh ke situ dan lain-lain, dia (James Mattis) akan usahakan mencabut itu," kata Ryamizard.

    Baca: Menhan Usahakan Cabut Embargo Militer Amerika terhadap Kopassus

    Embargo atau restriksi militer Amerika Serikat atas Indonesia terjadi dalam konteks masa lalu. Amerika Serikat menganggap aparat TNI telah melakukan penyimpangan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), di antaranya berkaitan dengan kasus pembantaian di Santa Cruz, Dili, pada 1991.

    Embargo dilakukan hanya pada persenjataan yang membunuh. Pada saat itu, Amerika meminta akuntabilitas pemerintah dalam masalah Timor Timur dan kasus Timika yang menyebabkan salah satu warganya tewas. Amerika pun menghentikan pengiriman senjata dan bantuan militer ke Indonesia.

    Berkaitan dengan embargo tersebut, pengamat militer dari Universitas Padjajaran Muradi mengatakan, Amerika Serikat merupakan pihak yang paling dirugikan jika masih melakukan embargo terhadap Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat atau Kopassus. "Justru Amerika yang rugi, karena pasukan khusus kita terbaik ketiga sedunia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.