Sahabat Daoed Joesoef Jelaskan Kontroversi NKK BKK di Orde Baru

Reporter

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan Kabinet Pembangunan III, Daoed Joesoef, berpose di halaman rumahnya, Jakarta, 28 Februari 2015. Jenazah Daoed Joesoef akan disemayamkan di rumah duka, di Jalan Bangka VII Dalam Nomor. 14, Jakarta Selatan. Dok.TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sekaligus sahabat Daoed Joesoef, Harry Tjan Silalahi, menguak cerita di balik kebijakan Daoed tentang Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK), yang kontroversial pada masa Orde Baru. Kebijakan itu dikeluarkan Daoed ketika menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada era Soeharto.

Harry menilai orang yang menganggap kebijakan NKK/BKK sebagai kebijakan kontroversial adalah orang yang tidak mengerti. “Kontroversial itu bagi orang yang tidak mengerti karena Daoed itu terlalu cepat pemikirannya, mendahului zamannya,” katanya kepada Tempo di rumah duka, Jalan Bangka VII Dalam Nomor 14, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Januari 2018.

Baca: Obituari Daoed Joesoef, Irama Mesin Ketik dan Bertamu

Setelah tahun berganti, menurut Harry, kebijakan Daoed tersebut mulai bisa diterima sebagai sebuah gagasan pembaruan. Bahkan, kata dia, profesor sekelas Jacob Elfinus Sahetapy pernah menyebut Daoed sebagai dua tokoh besar pendidikan Indonesia bersama Ki Hajar Dewantara.

Kebijakan NKK/BKK berlaku resmi setelah Daoed, Menteri Pendidikan era Soeharto, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus. Ini menyebabkan kampus menjadi kawasan steril dari aktivitas politik. Dengan SK itu, mahasiswa tidak boleh melakukan kegiatan bernuansa politik.

Kebijakan soal NKK/BKK itu, menurut Harry, telah digagas Daoed jauh sebelum menjadi Menteri Pendidikan. “Sudah menjadi buah pikiran Daoed sejak menjadi mahasiswa,” ujarnya.

Baca: Murid Daoed Joesoef: Sri Mulyani itu Produk Sukses NKK BKK

Daoed, kata Harry, kerap resah dengan mahasiswa yang selalu dicekoki politik praktis dan kerap berbeda pendapat, tapi terkadang tidak masuk akal. “Jadi Daoed bilang belajar dulu, baru masuk politik praktis. Kalau mau membuat konsep, maka menulislah,” ucapnya.

Harry sependapat dengan Daoed bahwa mahasiswa bukan organisasi masyarakat, di mana pendapat pada akhirnya akan di-vote untuk menghasilkan kesepakatan organisasi. Pemikiran setiap anggota pun harus sejalan dengan pemimpin organisasi.

“Kalau di dunia ilmiah itu berbeda. Pendapat tidak boleh di-vote dan setiap perkataan pimpinan tidak berarti amin,” tutur Harry. “Ibaratnya pimpinan bilang dua kali dua itu lima, maka kita berhak tidak setuju dan mampu membuktikan. Kebijakan itu berawal dari dasar pemikiran sesederhana ini.”

Daoed Joesoef telah meninggal. Dia mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 23 Januari 2018, pukul 23.55, di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Daoed meninggalkan 1 istri, 1 putri, 2 cucu, dan 1 cicit. Sebagai mantan pejabat negara, Daoed dimakamkan secara militer di Taman Pemakaman Umum Giritama pada Rabu, 24 Januari 2018.






Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

9 hari lalu

Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

Informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit, almarhum Azyumardi Azra meninggal akibat serangan jantung.


SBY Kenang Jasa Hermanto Dardak Bangun Infrastruktur Negeri

39 hari lalu

SBY Kenang Jasa Hermanto Dardak Bangun Infrastruktur Negeri

SBY menyampaikan dukacita mendalam terhadap wafatnya Hermanto Dardak.


Tiba di Indonesia, Jokowi Langsung Takziah ke Keluarga Tjahjo Kumolo

2 Juli 2022

Tiba di Indonesia, Jokowi Langsung Takziah ke Keluarga Tjahjo Kumolo

Jokowi menyebut Tjahjo Kumolo sebagai pribadi yang tenang dan sederhana. Menurut Jokowi, Tjahjo Kumolo merupakan seorang tokoh teladan.


KH Dimyati Rois Wafat, Jokowi: Abah Dim Teladan Kita Semua

10 Juni 2022

KH Dimyati Rois Wafat, Jokowi: Abah Dim Teladan Kita Semua

Menurut Jokowi, Dimyati merupakan ulama besar yang berpengetahuan luas, tawadu, penuh kesederhanaan, disegani, dan dihormati berbagai kalangan.


Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois Berpulang

10 Juni 2022

Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois Berpulang

Pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur Tahun 2015, Kiai Dimyati juga terpilih sebagai salah satu dari sembilan Anggota Ahwa PBNU.


Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal, UEA Umumkan Masa Berkabung 40 Hari

14 Mei 2022

Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal, UEA Umumkan Masa Berkabung 40 Hari

UEA menetapkan 40 hari berkabung atas kematian Sheikh Khalifa bin Zayed. Amerika Serikat menyebutnya sebagai teman setia.


Anggota DPR Fraksi Golkar Ichsan Firdaus Meninggal Dini Hari Tadi

27 Maret 2022

Anggota DPR Fraksi Golkar Ichsan Firdaus Meninggal Dini Hari Tadi

Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi Golkar, Ichsan Firdaus, meninggal pada dini hari tadi sekitar pukul 01.15. Ichsan menghembuskan napas terakhirnya saat sedang berada di Yogyakarta.


Emil Salim Berduka Atas Meninggalnya Arifin Panigoro: Begitu Tiba-tiba

28 Februari 2022

Emil Salim Berduka Atas Meninggalnya Arifin Panigoro: Begitu Tiba-tiba

Ketua Dewan Penasihat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Emil Salim menyampaikan ungkapan duka atas meninggalnya Arifin Panigoro.


Jenazah Arifin Panigoro Diterbangkan dari Amerika ke Indonesia

28 Februari 2022

Jenazah Arifin Panigoro Diterbangkan dari Amerika ke Indonesia

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Arifin Panigoro.


Peran Miyono, Bayar Uang Sekolah Sampai Bantu Jokowi Jadi Wali Kota Solo

28 Februari 2022

Peran Miyono, Bayar Uang Sekolah Sampai Bantu Jokowi Jadi Wali Kota Solo

Sebelum menjadi kepala daerah di sana, Jokowi menemui Miyono untuk mengutarakan niatnya.