Murid Daoed Joesoef: Sri Mulyani itu Produk Sukses NKK BKK

Reporter

Mantan Menteri Pendidikan Daoed Joesoef dalam acara malam anugerah sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta di Teater Kecil TIM, Jakarta, 9 Maret 2007. Saat menjabat, Daoed mengeluarkan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK). Aturan ini dinilai mengebiri aktivitas politik mahasiswa. Dok.TEMPO/Zulkarnain

TEMPO.CO, Jakarta – Murid Daoed Joesoef, Sismulyanda Barnas menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai produk sukses kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) Daoed Joesoef. Kebijakan itu dikeluarkan Daoed ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Soeharto, yang menyebabkan kampus jadi kawasan steril dari aktivitas politik. Sehingga mahasiswa tidak boleh melakukan kegiatan bernuansa politik.

Daoed Joesoef telah meninggal dunia. Dia menghembuskan napas terakhir pada pukul 23.55 WIB pada Selasa, 23 Januari 2018 di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. Kebijakan NKK/BKK yang dikenal kontroversial menjadi memoar tersendiri bagi mahasiswa-mahasiswanya dulu.

“Sri Mulyani itu generasi cerdas yang dihasilkan dari kebijakan NKK/BKK, kalau kami yang menentang ini produk-produk demonstran. Mahasiswa paling pintar zaman kami itu tujuh tahun baru lulus,” kata Sismulyanda kepada Tempo di rumah duka, Jalan Bangka VII, Jakarta Selatan pada Rabu, 24 Januari 2018.

Baca: Obituari Daoed Joesoef, Irama Mesin Ketik dan Bertamu

Sismulyanda, mahasiswa Daoed di Fakultas Ekonomi UI Angkatan 1973, blak-blakan mengatakan jika dulu dia sangat anti dan menentang kebijakan NKK/BKK itu. “Saya tidak suka karena dia merubah sistem, mahasiswa tidak boleh berpolitik. Kebebasan jadi hilang,” kata Sismulyanda.

Namun beberapa tahun kemudian, kata Sismulyanda, dia mulai memahami alasan di balik kebijakan Daoed terebut. Dia dan kawan-kawannya mulai memahami jika kebijakan itu sebagai upaya Daoed mengembalikan kampus sebagai komunitas intelektual. “Tenyata seperti yang beliau katakan, harus pintar dulu baru berpolitik. Kalau tidak hanya omong besar saja,” kata dia.

Hal yang sama diungkapkan oleh murid Daoed Joesoef lainnya, Dian Rahmi Indah. Pada 2013, dia mendapat klarifikasi Daoed Joesof dalam sebuah acara diskusi. Saat itu, menurut dia, Daoed membeberkan alasan-alasannya mengeluarkan kebijakan kontroversial itu. ”Intinya beliau mengatakan, mahasiswa harus pinter dulu, kemudian bangunlah bangsa dengan ilmu. Baru saat itu kita berjuang. Entah lewat jalan politik, pendidikan, atau jalan lainnya,” kata Dian.

Baca: Daoed Joesoef Pernah Menolak Bakrie Award, Alasannya Kemanusiaan

Kebijakan NKK/BKK muncul setelah peristiwa mahasiswa yang berhasil menumbangkan Orde Lama pimpinan Presiden Soekarno. Organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) atau Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), tumbuh subur.

Mahasiswa pun kerap berunjuk rasa mengkritik pemerintah. Misalnya, mahasiswa mengkampanyekan golongan putih pada Pemilu 1971, setelah pemilu dianggap tidak lagi berjalan jujur dan adil. Aksi mahasiswa semakin meluas saat pemerintah akan membangun Taman Mini Indonesia Indah pada 1973.

Hingga puncaknya terjadi pada protes mahasiswa terhadap dominasi modal asing di Indonesia pada 15 Januari 1974. Peristiwa malapetaka 15 Januari atau Malari itu bertepatan saat Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka mengunjungi Ibu Kota.






Sri Mulyani Beberkan Tantangan untuk Capai Target Inklusi Keuangan 90 Persen

10 jam lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan untuk Capai Target Inklusi Keuangan 90 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong agar target inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2024 sebesar 90 persen bisa tercapai.


Sri Mulyani: Perubahan Iklim Akan Menjadi Kejutan Global Selanjutnya Setelah Pandemi

1 hari lalu

Sri Mulyani: Perubahan Iklim Akan Menjadi Kejutan Global Selanjutnya Setelah Pandemi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengingatkan perubahan iklim merupakan ancaman global yang sangat serius sesudah pandemi COVID-19.


Pesan Sri Mulyani untuk 2.397 Lulusan STAN 2022: Pemimpin Tidak Menipu, Mengkhianati, Manipulasi

1 hari lalu

Pesan Sri Mulyani untuk 2.397 Lulusan STAN 2022: Pemimpin Tidak Menipu, Mengkhianati, Manipulasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir menyampaikan pidato kepada lulusan 2.397 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN hari ini.


Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

4 hari lalu

Rupiah Dibuka Menguat di Posisi Rp 15.195

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih lebih baik ketimbang negara lain.


Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

4 hari lalu

Rupiah Tembus Rp 15 Ribu, Sri Mulyani Sebut Mata Uang Negara Lain Lebih Loyo

Sri Mulyani mengatakan depresiasi rupiah masih lebih rendah ketimbang negara lain, yakni 6,1 persen.


Rapat Paripurna APBN 2023 Usai, Sri Mulyani: Salam Restorasi, Demokrat Bersama Rakyat

5 hari lalu

Rapat Paripurna APBN 2023 Usai, Sri Mulyani: Salam Restorasi, Demokrat Bersama Rakyat

Sri Mulyani Indrawati membuat ruang sidang rapat paripurna DPR RI, hari ini, Kamis, 29 September 2022 riuh.


Akumulasi Defisit Fiskal Selama Covid-19 Rendah, Sri Mulyani: Jauh di Bawah Negara Lain

5 hari lalu

Akumulasi Defisit Fiskal Selama Covid-19 Rendah, Sri Mulyani: Jauh di Bawah Negara Lain

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, akumulasi defisit fiskal Indonesia selama masa Covid-19 sangat rendah dibanding negara-negara lain.


Krisis Inggris, Sri Mulyani Yakin Dampaknya Tak Signifikan ke RI karena ..

5 hari lalu

Krisis Inggris, Sri Mulyani Yakin Dampaknya Tak Signifikan ke RI karena ..

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi Indonesia masih kuat menghadapi dampak krisis Inggris.


Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

5 hari lalu

Sri Mulyani: 40 Persen Belanja Pemerintah Pusat dan Daerah Ada di Kuartal IV 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah masih memiliki daya belanja yang besar hingga kuartal IV - 2022. Ini untuk menopang ekonomi hingga akhir tahun supaya bisa tumbuh di atas 5 persen sepanjang 2022.


Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

5 hari lalu

Sri Mulyani Ungkap Alasan RI Pede Pertumbuhan Ekonomi Bisa Tembus 6 Persen

Di negara lain, ucap Sri Mulyani, tidak semua warga bisa menikmati kehidupan yang biasa layaknya orang Indonesia.