Bupati Kebumen Diciduk KPK, Ganjar Pranowo Bakal Menunjuk Plt

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganjar Pranowo mengaku tak mengerti kenapa rambutnya bisa memutih dengan rata. Beberapa kolega menyindirnya karena kebanyakan memikirkan negara. Ketika putranya, Alam, masih kecil, ia bertugas mencabuti uban Ganjar. Kini yang dicabut justru rambut hitamnya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ganjar Pranowo mengaku tak mengerti kenapa rambutnya bisa memutih dengan rata. Beberapa kolega menyindirnya karena kebanyakan memikirkan negara. Ketika putranya, Alam, masih kecil, ia bertugas mencabuti uban Ganjar. Kini yang dicabut justru rambut hitamnya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) Bupati Kebumen dalam waktu dekat. Ganjar menyayangkan masih ada kepala daerah yang korup karena semua telah “disekolahkan” ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

    "Ya, langsung akan diisi Plt. Saat sudah menjadi tersangka itu, setelah ditangkap, dia (Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad) telepon saya, katanya akan mengundurkan diri," ucap  Ganjar Pranowo di Gradika Bhakti Praja Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Selasa, 24 Januari 2018.

    Baca: Bupati Kebumen Bantah Menerima Gratifikasi, KPK: Silakan Saja

    Ganjar mengaku tidak kaget dengan kejadian tersebut lantaran rentetan kasus korupsi di Kabupaten Kebumen sudah lama terjadi. "Ini kasusnya sudah lama. Senin telepon saya, mau mengundurkan diri. Tapi Minggu (22 Januari) saya sudah dikabari (akan ada penahanan)," ujarnya.

    Di Jawa Tengah, dalam setahun terakhir, terdapat tiga kepala daerah dan satu pejabat sekretaris daerah yang dicokok KPK. Pada Jumat, 30 Desember 2016, Bupati Klaten Sri Hartini ditangkap tangan KPK karena menerima suap atas jual-beli jabatan di daerah tersebut.

    Lihat: KPK: Korupsi Bupati Kebumen untuk Balas Budi Tim Sukses

    Setelah itu, Wali Kota Tegal Siti Mashita diciduk KPK pada Selasa, 29 Agustus 2017. Kasus tersebut berkaitan dengan suap yang diterima Mashita untuk menjalankan beberapa proyek di Kota Tegal.

    Dalam kasus Bupati Kebumen, KPK terlebih dahulu menangkap Sekretaris Daerah Adi Pandoyo pada Kamis, 29 Desember 2016. Penahanan Adi bermula dari rentetan panjang tangkap tangan KPK atas kasus proyek di Dinas Pendidikan Kebumen pada Oktober 2016.

    Lihat: Bupati Yahya Tambah Daftar Tersangka Korupsi di Kebumen Jadi 9

    Ganjar menuturkan semua kepala daerah sudah dididik oleh KPK. Bahkan Jawa Tengah menjadi daerah pertama yang melaksanakannya. "Kita sudah omongkan semua, kalau sudah dididik, bahkan cuma Jateng yang melakukan pendidikan antikorupsi. Kalau tidak bisa menjalankan, ya, saya tidak bisa kontrol secara per individu. Biar penegak hukum saja yang kemudian bertindak," ucapnya.

    FITRIA RAHMAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.