Detik-detik sebelum Daoed Joesoef Meninggal

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masa Orde Baru, Daoed Joesoef, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melayat di rumah duka di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, 24 Januari 2018. Maria Fransisca Lahur

    Keluarga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan masa Orde Baru, Daoed Joesoef, bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melayat di rumah duka di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, 24 Januari 2018. Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Menantu Daoed Joesoef, Bambang Pharmasetiawan, menceritakan detik-detik sebelum mertuanya menghembuskan napas terakhirnya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Soeharto itu meninggal setelah cicitnya membisikan kepadanya bahwa keluarga sudah ikhlas.

    "Sekitar 1,5 jam sebelum meninggal, cicitnya membisikkan bahwa keluarga sudah ikhlas. Setelah itu bapak (Daoed) berpulang," kata Bambang saat ditemui di rumah duka, di Jalan Bangka VII Dalam Nomor 14, Mampang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Januari 2018.

    Baca: Daoed Joesoef Meninggal, Jusuf Kalla dan Anies Baswedan Melayat

    Daoed meninggal di usianya yang menginjak 91 tahun, pada Selasa, 23 Januari 2018, pukul 23.55. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926 itu sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, sejak Sabtu pekan lalu karena penyakit jantung yang dideritanya.

    Bambang menceritakan, mertuanya menderita penyakit jantung sejak usianya 73 tahun. "Jantung Bapak sudah dipasang ring," ujarnya.

    Daoed meninggalkan seorang istri bernama Sri Sulastri, satu orang anak Sri Sulaksmi Damayanti, dua cucu dan satu cicit. "Kami semua sudah ikhlas," kata Bambang.

    Baca: Daoed Joesoef Pernah Menolak Bakrie Award, Alasannya Kemanusiaan

    Jenazah Daoed Joesoef dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Bogor, siang ini. "Itu atas permintaan bapak, mertua perempuannya juga dimakamkan di sana," kata dia.

    Sebelum meninggal, lanjut Bambang, Daoed Joesoef telah lama membeli tanah pemakaman Giri Tama tersebut. "Bapak sudah beli untuk pemakaman ibu juga nantinya, karena semua orang juga pasti kembali nantinya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.