Wiranto Akhirnya Sebut Ketua Umum Hanura yang Sah Adalah Oso

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memberikan keterangan pada media setelah memutuskan non aktif sebagai ketua umum di DPP Hanura, Jakarta, 29 Juli 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memberikan keterangan pada media setelah memutuskan non aktif sebagai ketua umum di DPP Hanura, Jakarta, 29 Juli 2016. TEMPO/Ahmad Faiz.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto bertemu dengan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum versi Munaslub Daryatmo di Jakarta, hari ini, Selasa 23 Januari 2018.

    Setelah pertemuan, Wiranto mengatakan saat ini Ketua Umum Hanura yang dianggap sah adalah Oesman Sapta Odang atau Oso. “Ketua Umum ya Pak Oso,” kata Wiranto di Hotel Ritz Calton, Jakarta, Selasa, 23 Januari 2018.

    Ia enggan menanggapi soal status Ketua Umum Partai Hanura versi kubu Sarifuddin Sudding, Daryatmo. Wiranto hanya mengatakan dalam pertemuan tersebut setiap orang dari kedua kubu sudah menyampaikan pendapat masing-masing.

    Baca juga: Batal Laporkan Oesman, Hanura Sudding Mengaku Punya Bukti Ini

    Mereka pun membentuk tim khusus untuk menginventarisir permasalahan yang saat ini sedang melanda Partai Hanura. “Semoga (permasalahannya) cepat selesai,” ujar Wiranto.

    Pertemuan dengan Oso dan kubu Daryatmo berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 18.38 WIB. Menurut pemantauan Tempo, beberapa orang perwakilan kedua kubu turut menghadiri pertemuan ini, seperti Sekretaris Jenderal Herry Lotung Siregar dan Wakil Ketua Umum Partai Hanura Nurdin Tampubolon, dan Ketua Dewan Penasihat Subagyo HS.

    Pernyataan Wiranto itu berbeda dengan yang ia sampaikan saat musyawarah nasional luar biasa versi Sarifuddin Sudding. Anggota sidang Munaslub Dossy Iskandar mengaku Wiranto menyampaikan restu dan dukungannya melalui melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

    "Untuk itu saya mendukung partai Hanura dipimpin orang berkualitas, bermoral, dan andal," kata Dossy membacakan pesan Wiranto saat Munaslub di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, Bambu Apus, Jakarta Timur pada Kamis, 18 Januari 2018.

    Baca juga: Wiranto: Konflik Hanura karena Persoalan Kepemimpinan Oso

    Keputusan menggelar musyawarah nasional luar biasa Hanura itu menyusul pemecatan terhadap Oesman. Ia dipecat setelah lebih dari 400 Dewan Perwakilan Cabang tingkat Kabupaten Kota menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya. Di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) terdapat 27 daerah yang mengajukan mosi tidak percaya.

    Wiranto juga sempat menyatakan tidak ada Munaslub Hanura untuk menggantikan Oso. Wiranto dan Oesman saat itu tampak akrab setelah menghadiri pelantikan menteri kabinet kerja di kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu, 17 Januari 2017. Keduanya keluar berdampingan, bahkan Wiranto terlihat merangkul bahu Oesman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.