Jumat, 20 April 2018

Gempa Lebak, Warga Cianjur dan Sukabumi Berhamburan Keluar Rumah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Cianjur - Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang Banten pada Selasa, 23 Januari 2017 siang. Meski gempa berpusat di Banten, getarannya terasa sampai Kabupaten Cianjur dan sekitarnya.

    Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang berlangsung selama beberapa detik itu terjadi pada pukul 13.34 WIB, dengan titik gempa di 7.2 Lintang Selatan-105 Bujur Timur atau 81 kilometer barat daya Lebak, Banten. Kedalaman pusat gempa, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.

    Getaran gempa yang cukup besar terasa hingga ke Cianjur dan sekitarnya, tetapi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jika gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

    Baca: BMKG Pastikan Gempa Jakarta Tak Berdampak Tsunami

    Meski begitu, gempa sempat membuat panik warga. Mereka yang berada di dalam rumah pun berlarian keluar untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

    Di Cianjur, warga berhamburan keluar dari rumahnya. Bahkan, di beberapa perkantoran serta pusat perbelanjaan, karyawan meninggalkan ruangan setelah gempa terjadi dua kali berturut-turut.

    "Gempanya gede banget. Saya dan rekan-rekan yang sedang berada di ruangan pun buru-buru lari ke luar," ujar Ujang Arba Sopian, 40 tahun, warga Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur pada Selasa 22 Januari 2018.

    Arba mengaku sedang rapat saat gempa terjadi. Mula-mula, kata dia, saat gempa terjadi dia bersama rekan-rekannya masih bertahan di dalam ruangan. Namun, saat gempa dirasakan lama dan bertambah besar, mereka pun lantas berhamburan.

    Baca: Terjadi Gempa, Tamu Undangan Ultah Megawati Sempat Berhamburan

    "Semula kami masih bertahan di dalam ruangan. Namun, saat gempa dirasakan lama dan makin besar, kami pun buru-buru keluar. Apalagi ruangan kami berada di lantai satu, di atas ada ruangan lain takutnya rubuh," kata Arba.

    Di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Eeng Herman, 42 tahun, warga Jalan Bhayangkara, Palabuhanratu, mengaku kaget saat gempa terjadi. "Saya sedang berada di rumah. Rumah terasa bergoyang-goyang. Saya dan keluarga berhamburan keluar," tutur Herman.

    Herman mengatakan bahwa gempa terasa sangat kuat di Palabuhanratu. Selain itu, gempa juga dirasakan cukup lama. "Informasinya pusat gempa di barat daya Kabupaten Lebak, Banten. Itu dekat dengan Palabuhanratu," kata Herman.

    Tidak hanya warga, para pejabat pemerintahan yang tengah menggelar rapat di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur, juga berhamburan keluar kantor. "Ketika ada gempa, semua orang yang sedang rapat ke luar dulu. Khawatir ada dampak pada bangunan, apalagi getarannya cukup besar," ujar Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, yang juga sedang berada di Kantor Bappeda.

    Sugeng mengatakan, petugas dari BPBD langsung melakukan monitoring ke setiap wilayah rawan bencana pergerakan tanah dan longsor. Dikhawatirkan, gempa memberikan dampak pada kawasan yang labil.

    "Sedang diperiksa semua wilayah, melalui petugas dan relawan. Apakah ada dampak berupa pergerakan tanah dan longsoran atau tidak. Mengingat Cianjur ini kontur tanahnya labil, sehingga dikhawatirkan ada dampak dari gempa tersebut," kata Sugeng.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Bandara Kertajati Siap Sambut Musim Mudik

    Tahap pertama pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, nyaris rampung. Bandara internasional tersebut ditargetkan siap sambut pemudik.