Senin, 10 Desember 2018

BMKG Pastikan Gempa Jakarta Tak Berdampak Tsunami

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 2space.net

    2space.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) mengguncang Jakarta dan sekitarnya pada Selasa, 23 Januari 2018. Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di laman http://www.bmkg.go.id/, lokasi lindu berada di kedalaman 10 kilometer 7.21 Lintang Selatan dan 105.91 Bujur Timur, Lebak, Banten.

    Gempa ini dipastikan tidak menimbulkan dampak tsunami. Namun goyangannya sangat dirasakan warga Ibu Kota, terutama yang berada di gedung-gedung bertingkat, termasuk di gedung di kawasan Jalan Palmerah, Jakarta Barat.

    Baca juga: Gempa Guncang Jakarta Diduga Aktivitas Sesar Cimandiri

    Guncangan gempa pada pukul 13.34 ini dirasakan lebih-kurang selama 2-3 menit. Karyawan yang berada di gedung pun berhamburan keluar. Getarannya juga dirasakan warga di sekitar Jakarta seperti Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat.

    "Gempa ini termasuk dalam klasifikasi gempa berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia," kata Riyadi Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi dalam keterangan tertulisnya.

    Baca juga: BMKG Bantah Isu Potensi Gempa Susulan 7,5 SR

    Riyadi menjelaskan, gempa berpusat di laut pada jarak 43 kilometer arah selatan Cilangkahan, Lebak, Banten. Kepala Subbidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi menambahkan, paska gempa utama telah terjadi tiga kali gempa susulan.

    Menurut Adi, gempa susulan tidak sekuat gempa utama. "Gempa susulan Pertama 4,6 SR, kedua 4,4 SR, dan terakhir 3,9 SR. Makin kecil," tutur Adi kepada Tempo melalui pesan pendek.

    Baca juga: BMKG Catat 8 Gempa Susulan setelah Gempa Sukabumi

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.