Malaysia Tangkap WNI Terduga ISIS, Kemenlu Minta Akses Konsuler

Reporter

Ilustrasi bendera Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) atau ISIS. TAUSEEF MUSTAFA/AFP/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri mengaku mendapat informasi bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM) lantaran diduga terlibat dalam kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Kami sudah tahu informasi tersebut, namun melalui jalur tidak resmi," tutur Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal kepada Tempo, Senin, 22 Januari 2018.

Baca juga: Polri: Malaysia Belum Deportasi Empat WNI Terduga Teroris

Masalahnya, pemerintah Malaysia maupun PDRM belum memberi laporan resmi kepada Kedutaan Besar Indonesia di Kuala Lumpur. Iqbal menyayangkan kasus ini telah dipublikasi oleh Unit E8 PDRM tanpa memberi pemberitahuan kepada Pemerintah Indonesia. Padahal, menurut dia, kedua negara telah memiliki komitmen kuat memberantas terorisme dan menghukum para pelaku.

Iqbal mengatakan, Unit E8 PDRM sering melakukan hal serupa. Mereka tidak pernah memberitahu setiap ada warga Indonesia yang ditangkap terkait kasus terorisme. Hal ini dianggap bertentangan dengan semangat kerja sama kedua negara.

Kata dia, Malaysia dan Indonesia telah menjalin kerja sama dalam Joint Committee on Bilateral Cooperation Indonesia-Malaysia pada Agustus tahun lalu. Salah satu butir perjanjian disepakati untuk saling mengingatkan dan memberi tahu terkait kejahatan. Hal itu dituangkan dalam kerja sama Mandatory Discussion.

Kementerian Luar Negeri mendesak agar Malaysia memberi penjelasan ihwal penangkapan seorang yang diduga warga negara Indonesia tersebut. "Kami meminta agar KBRI Kuala Lumpur segera diberi akses kekonsuleran untuk mengklarifikasi status kewarganegaraan yang bersangkutan dan untuk mengetahui kasus ini secara lebih jelas," ucap Iqbal.

Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Tan Sri Dato' Seri Mohamad Fuzi bin Harun, sebelumnya mengumumkan telah menangkap seorang warga Indonesia berusia 23 tahun dan seorang warga Malaysia berusia 25 tahun di Petaling Jaya, Selango pada 23 Desember tahun lalu. Keduanya diduga terlibat jaringan ISIS dan berencana melakukan penyerangan di Markas Besar PDRM Bukit Aman dan Kantor Polisi Travers, Kuala Lumpur.

ZARA AMELIA






Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

15 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

15 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

23 hari lalu

Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Pengeboman di Kedubes Rusia di Afghanistan menyebabkan dua staf kedutaan tewas dan puluhan warga Afghanistan yang sedang mengantre visa.


Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

23 hari lalu

Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

Sedikitnya 35 warga sipil tewas dan 37 lainnya terluka di Burkina Faso ketika sebuah kendaraan dalam konvoi menabrak bom IED.


Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

23 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

Bom bunuh diri di depan Kedutaan Rusia di Kabul sebabkan 2 tewas dan 11 luka-luka, termasuk seorang diplomat yang menderita cedera.


PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

27 hari lalu

PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

Sedikitnya 50 warga sipil tewas dalam operasi militer oleh tentara Mali dan tentara bayaran asal Grup Wagner Rusia pada 19 April 2022, kata PBB


Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

27 hari lalu

Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

Dua kuburan massal itu ditemukan di kebun Rumah Sakit Ibn Sina berkat petunjuk dari Kantor Jaksa Distrik Sirte. Libya


Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

29 hari lalu

Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

Seorang wanita Swiss anggota ISIS menghadapi persidangan pada Senin waktu setempat dengan tuduhan mencoba menggorok leher dua wanita


Serangan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 21 Orang Termasuk Imam

41 hari lalu

Serangan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 21 Orang Termasuk Imam

Sebuah ledakan yang menghancurkan masjid di Kabul, Afghanistan, saat salat Isak, Rabu, 17 Agustius 2022, menewaskan 21 orang termasuk imam salat


Turki Serang Pos Militer di Allepo, Tiga Tentara Suriah Tewas

42 hari lalu

Turki Serang Pos Militer di Allepo, Tiga Tentara Suriah Tewas

Tiga tentara Suriah dilaporkan tewas dalam serangan udara Turki di pos-pos militer di pedesaan Aleppo