Sidang E-KTP, Andi Narogong Ungkap Pertemuan dengan Setya Novanto

Ekspresi terdakwa kasus e-KTP Setya Novanto saat menjalani sidang lanjutan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, 22 Januari 2018. Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterang saksi dari Andi Narogong, Made Oka Masagung, Mirwan Amir, Charles Sutanto Ekapraja dan Aditya Suroso yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong menjadi saksi untuk terdakwa kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 22 Januari 2018. Dalam persidangan, Andi membeberkan sejumlah pertemuan yang melibatkan Setya dalam pembahasan proyek e-KTP.

Andi menjelaskan, pertemuan pertama dilakukan di Hotel Gran Melia dengan melibatkan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Diah Anggraeni. "Waktu itu, beliau (Setya) hanya menyampaikan akan kami dukung anggarannya," katanya.

Baca: Sidang Setya Novanto, Jaksa Hadirkan Andi Narogong sebagai Saksi

Pertemuan berikutnya dilakukan di ruang kerja Setya, lantai 12 Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pertemuan tersebut dilakukan bersama Irman, Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil. Dalam pertemuan itu, Irman menanyakan soal anggaran proyek e-KTP. "Beliau bilang akan dikoordinasikan dengan teman-teman," ujar Andi.

Pertemuan berikutnya dilakukan setelah tender proyek e-KTP pada 2011 di rumah Setya di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, hadir Paulus Tannos, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Johannes Marliem. "Paulus Tannos dan Anang bicara soal DP (uang muka/down payment) yang tidak keluar dari Kemendagri," ucap Andi.

Simak: Andi Narogong Dihukum 8 Tahun karena Dinilai Berterus Terang

Setya, kata Andi, memperkenalkan anggota konsorsium kepada bos PT Gunung Agung, Made Oka Masagung. Kepada Made Oka, menurut Andi, diatur juga pembagian sejumlah fee untuk anggota DPR. "Untuk teman-teman DPR melalui Made Oka Masagung saja," tuturnya menirukan ucapan Setya.

Made Oka, dalam pertemuan dengan Paulus setelahnya, membuat syarat agar dibuatkan invoice. Terjadilah kesepakatan bahwa Marliem akan membuatkan invoice US$ 3,5 juta. "Dan nanti akan dikirim ke Made Oka," kata Andi.






Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

15 hari lalu

Beberapa Anggota DPR Ini Pernah Diadukan Ke MKD, Termasuk Effendi Simbolon

Rekam jejak DPR, sudah beberapa anggota DPR yang dilaporkan kepada MKD. Setelah Setya Novanto dan Harvey Malaiholo, ada Puan dan Effendi Simbolon.


Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

49 hari lalu

Inilah 2 Orang yang Pernah Ditolak Permohonannya sebagai Justice Collaborator

Tak semua orang yang mengajukan sebagai Justice Collaborator diterima. Berikut beberapa orang yang pernah ditolak permohonannya.


Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sebut Nilai Aset Besan Setya Novanto yang Disita Mencapai Rp 2 Triliun

Satgas BLBI menyatakan aset milik Bank Aspac yang disita mencapai Rp 2 triliun.


Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

22 Juni 2022

Satgas BLBI Sita Aset Besan Setya Novanto Pagi Ini

Satgas BLBI menyita aset obligos PT Bank Aspac di Bogor hari ini. Satu dari dua pemilik bank tersebut merupakan besar mantan Ketua DPR Setya Novanto.


Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

15 Mei 2022

Pengadilan Tolak Gugatan Besan Setya Novanto Atas Perkara Utang BLBI Rp 3,57 T

Kedua obligor BLBI ini menggugat Kementerian Keuangan dan meminta pengadilan menyatakan mereka bukan penanggung utang Bank Aspac.


KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

21 Maret 2022

KPK Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Korupsi e-KTP Untuk Tersangka Paulus Tannos

KPK melanjutkan penyidikan kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Paulus Tannos.


KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

12 Maret 2022

KPK akan Koordinasi dengan Bareskrim soal Penyidikan TPPU Setya Novanto

Alex mengatakan KPK perlu mengetahui tindak pidana muasal Setya Novanto yang sedang disidik Bareskrim.


Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

2 Maret 2022

Kumham Benarkan Setya Novanto Sempat Berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin

Dirjen Lapas membenarkan Setya Novanto sempat berselisih dengan Nurhadi di Sukamiskin.


KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

3 Februari 2022

KPK Tahan 2 Tersangka Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.


KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

19 Januari 2022

KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

KPK menyatakan juga tidak pernah melakukan kegiatan bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan, seperti membuat akun NFT.