Kasus E-KTP, Saksi Dicecar Soal Keterlibatan Sejumlah Partai

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo (kiri) dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 16 Januari 2018. Anang Sugiana Sudihardjo diperiksa terkait kasus korupsi e-KTP dan Bimanesh Sutarjo diperiksa terkait dugaan merintangi penyidikan terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    Dua tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo (kiri) dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 16 Januari 2018. Anang Sugiana Sudihardjo diperiksa terkait kasus korupsi e-KTP dan Bimanesh Sutarjo diperiksa terkait dugaan merintangi penyidikan terdakwa korupsi e-KTP, Setya Novanto. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Country Manager HP Enterprise Services, Charles Sutanto Ekapradja, menjadi saksi untuk terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto. Dalam kesaksiannya, Charles menyebutkan adanya kabar bahwa proyek tersebut merupakan proyek milik sejumlah partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat.

    "Itu yang saya dengar dari market, dari pasaran, itu multi-partai politik," katanya saat ditanya jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, 22 Januari 2018.

    Baca: Saksi E-KTP Sebut 3 Kali Bertemu Setya Novanto Minta Restu

    Sebelumnya, jaksa KPK menyinggung kesaksian Charles dalam berita acara pemeriksaan terkait dengan informasi keterkaitan partai politik dengan proyek tersebut. Jaksa menjabarkan keterkaitan warna kuning dengan Partai Golkar, biru dengan Partai Demokrat, dan merah dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Ketika dikonfirmasi di hadapan hakim, Charles tak tegas menjawab. "Iya, mungkin," ujar Charles.

    Jaksa KPK juga menyinggung nilai kerja sama antara Johannes Marliem dan Charles Sutanto. Awalnya, nilai kerja sama proyek yang dipatok mencapai US$ 60 juta oleh Marliem. Namun Charles menilai angka itu terlalu besar. "Asumsi saya terlalu besar," ucapnya.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.