Dipecat Setya Novanto, Yorrys dan Doli Masuk Pengurus Golkar

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpose bersama sejumlah pengurus baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berpose bersama sejumlah pengurus baru Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 22 Januari 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto memasukkan Yorrys Raweyai ke dalam struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang baru. Yorrys ditunjuk sebagai Wakil Ketua Koordinator Badan Kajian Strategis dan Intelejen yang dikepalai Eko Wiratmoko.

    "Wakil Ketua Badan Kajian Strategis dan Intelejen Yorrys Raweyai," kata Airlangga saat mengumumkan nama-nama pengurus baru di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta, Senin, 22 Januari 2018.

    Baca: Sekjen Golkar Lodewijk Paulus: Pak Luhut Komandan Saya

    Dalam kesempatan yang sama, Yorrys mengaku baru kemarin malam diberi kabar ihwal dirinya yang kembali dimasukkan ke dalam struktur kepengurusan. Bersama Eko, tugas Yorrys ialah merumuskan nama-nama yang akan mengisi Badan Kajian Strategis dan Intelejen di bawah mereka berdua.

    "Ya, saya wakil koordinator di bawah Pak Eko. Saya pikir ini struktur yang baik dan singkat dalam rangka pemenangan 2019 nanti," kata Yorrys.

    Airlangga juga kembali memasukkan Ahmad Doli Kurnia ke dalam struktur kepengurusan Partai Golkar. Doli ditunjuk sebagai Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera di bawah Indra Bambang Utoyo.

    Simak: Setya Novanto Mengaku Beri Masukan Pembentukan Pengurus Golkar

    Yorrys dan Doli sempat dipecat oleh Ketua Umum Partai Golkar sebelumnya, Setya Novanto. Yorrys dipecat dari posisinya sebagai Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Oktober 2017  setelah mendesak Setya mundur dari kursi ketua umum lantaran tersangkut kasus e-KTP.

    Adapun Doli dipecat dari  Golkar pada Agustus tahun lalu. Ketua Gerakan Muda Partai Golkar ini dipecat lantaran dituduh membangkang dan kerap mengkritik Setya.

    Doli juga menggagas Gerakan Golkar Bersih dan mendesak Setya Novanto mundur dari jabatannya lantaran sudah berstatus tersangka korupsi e-KTP. Ia kemudian kembali diangkat menjadi kader Golkar pada Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.