Wali Kota Mataram Tendang Satpol PP, Asisten Sekda: Cuma Atraksi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Satpol PP. dok.TEMPO

    Ilustrasi Satpol PP. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten I Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan tendangan dan pukulan yang dilakukan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP hanya merupakan tes kesiapan fisik dari para anggota Satpol PP tersebut. Apalagi para anggota Satpol PP ini berlatih bela diri Boxer.

    "Saya mendengar sendiri kalau mereka minta dites. Saya kira itu atraksi saja," kata Martawang. Bahkan anggota Pol PP perempuan pun minta dilakukan uji fisik yang sama. "Yang cewek juga pasang kuda-kuda. Tetapi pak Wali Kota hanya memberikan tangannya untuk bersalaman," ujarnya.

    Baca juga: Anies-Sandi Lamban Urus Kasus Satpol PP, Ini Ancaman Ombudsman

    Video tentang yang dilakukan oleh Wali Kota Mataram itu sempat beredar di dunia maya. Lalu Martawang meminta agar peristiwa tersebut tak didramatisir. "Tidak ada yang masuk rumah sakit atau memar," kata dia.

    Sebelumnya di dunia maya ramai dibicarakan soal tendangan dan pukulan Wali Kota Ahyar kepada anggota Satpol PP seusai pelantikan Bayu Pancapati sebagai Kepala Satpol PP Mataram yang baru.

    Setelah dilantik, Bayu mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera melakukan pembenahan intrenal agar pelaksanaan tugas-tugas di lapangan lebih maksimal dan optimal.

    "Selama ini kita akui jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum melaksanakan tugas dan fungsi dengan maksimal, sebab tugas satu bidang dengan bidang lainnya belum sinkron sehingga perlu pembenahan internal," kata Bayu Pancapati kepada sejumlah wartawan di Mataram, Rabu 17 Januari lalu seperti dikutip dari Antara.

    Baca juga: Terungkap: Preman Jadi Makelar Jual-Beli Lapak Satpol PP dan PKL

    Pernyataan itu dikemukakan Bayu yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Mataram sesuai dilantik menjadi Kasatpol PP Kota Mataram menggantikan Chairul Awar yang kini menjadi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram.

    Dikatakan, kepercayaan yang diberikan menjadi Kepala Satpol PP bisa memberikannya kewenangan lebih luas, sehingga semua bidang yang ada di bawahnya akan disinronkan termasuk untuk pembinaan anggota.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.